Alfacart Bidik Perluasan O2O

Platform e-commerce, Alfacart.com, mengembangkan versi 2.0 sebagai sarana perluasan jaringan O2O melalui toko tradisional dan jaringan ritel offline.
Nurhadi Pratomo | 31 Maret 2017 22:39 WIB
Ilustrasi - dphase.com

Bisnis.com, JAKARTA — Platform e-commerce, Alfacart.com, mengembangkan versi 2.0 sebagai sarana perluasan jaringan O2O melalui toko tradisional dan jaringan ritel offline.

CEO Alfacart.com Catherine Sutjahyo mengungkapkan hal tersebut memungkinkan masyarakat berbelanja melalui online tetapi bisa melakukan pembayaran, pengambilan, dan pengembalian barang melalui gerai ritel fisik dan toko tradisional lainnya. Dia menargetkan proyek tersebut segera rampung dalam waktu dekat.

"Target kami tahun ini melipatgandakan jumlah O2O [offline to online] kami menjadi lebih besar lagi di luar grup Alfamart,” jelas Catherine dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (31/3).

Sebelumnya, Alfacart telah menggunakan metode O2O dengan memanfaatkan jaringan ritel grup Alfamart. Pihak perseroan mengklaim pada 2016 sekitar 80% konsumen masih memilih untuk membayar transaksinya secara tunai.

“Sebanyak 70% konsumen juga menginginkan fleksibilitas dalam mengambil barang belanjaannya di Pick Up Point kami. Tidak dapat dipungkiri O2O sudah menjadi kebutuhan semua e-commerce jika ingin bertahan di bisnis ini. " ujar Catherine.

Chief Marketing Alfacart Haryo Suryo Putro mengatakan salah satu target dikembangkan versi terbaru layanan tersebut yakni membantu pertumbuhan usaha kecil mikro di Tanah Air. Selain itu, dia mengaku telah menggandeng beberapa merek ternama untuk proyek tersebut.

Tag : ritel, e-commerce
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top