Kenaikan Harga Karet Kerek Utilisasi Pabrik Crumb Rubber

Pemulihan harga karet alam diyakini akan mengerek utilisasi pabrik karet remah (crumb rubber) yang tahun lalu sempat merosot.
Dara Aziliya | 23 Maret 2017 19:10 WIB
Petani mengumpulkan getah karet seusai dipanen di Nagari Muaro Bodi, Sijunjung, Sumatra Barat, Minggu (12/3). - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – Pemulihan harga karet alam diyakini akan mengerek utilisasi pabrik karet remah (crumb rubber) yang tahun lalu sempat merosot. Pasalnya, harga yang membaik akan meningkatkan animo petani untuk menanam sehingga bahan baku industri lebih terjamin.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo menyampaikan bagi pabrik-pabrik crumb rubber, utilisasi diprediksi akan kembali ke level semula. Dia mengaku tahun lalu industri sempat mengkhawatirkan penurunan suplai bahan baku.

“Memang kita tidak bisa katakan operasional pabrik meningkat tinggi, tapi bisa kembali ke level awal. Tahun lalu itu utilisasi mungkin sekitar 60%, diharapkan tahun ini bisa kembali ke 65%,” jelas Moenardji di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Moenardji menjelaskan sejak 2015 isu penurunan harga komoditas memang terus membelit petani dan menyebabkan mereka beramai-ramai menebang pohon karet. Tahun 2016 harga karet di level petani merupakan yang paling terpuruk.

Data Gapkindo menunjukkan tahun lalu harga karet alam di kisaran US$1,3 per kilogram, sedangkan tahun ini harga diprediksi bertahan di level US$1,8-US$2,1 per kg. Harga terus menunjukkan perbaikan sejak kuartal pertama tahun ini.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri karet

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top