Aksi Cor Kaki, Aktivis Lanjutkan Perjuangan Almarhum Patmi

Aksi penolakan pengoperasian pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, masih berlanjut di depan Istana Merdeka, Rabu (22/3/2017).
Newswire | 22 Maret 2017 17:01 WIB
Aktivis dari berbagai LSM melakukan aksi solidaritas, Rabu (22/3), melanjutkan protes petani Kendeng yang menolak pengoperasian pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, pasca kematian salah satu petani Kendeng, Patmi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi penolakan pengoperasian pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, masih berlanjut di depan Istana Merdeka, Rabu (22/3/2017).

Namun, tidak ada petani Kendeng di sana. Delapan perwakilan LSM dan mahasiswa menggantikan puluhan petani Kendeng yang sebelumnya tanpa henti beraksi sejak Senin 13 Maret 2017.

Para petani Kendeng tengah berkabung setelah kepergiaan salah satu rekan perjuangan mereka, Patmi (48), yang tutup usia pada pada Selasa (21/3/2017) dini hari di tengah perjuangannya membela tanah airnya sendiri.

Perjuangan mendiang Patmi dan petani Kendeng dilanjutkan para aktivis dan mahasiswa, di antaranya Konsorsium Pembaruan Agraria, KontraS, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum Bandung, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI).

"Aksi protes akan terus digelar sampai ada keputusan tegas dari Istana memastikan Ganjar Pranowo mencabut dan mematuhi putusan MA. Kami pastikan aksi ini tidak akan ada jedanya. Saat ini petani Kendeng masih berkabung, maka kami memastikan ini tidak akan berhenti," kata Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Sartika, yang turut melakukan aksi solidaritas mengecor kakinya dengan semen.

Kepergian Patmi menjadi duka yang menyelimuti perjuangan petani Kendeng yang belum usai. Patmi merupakan salah satu petani Kendeng yang sudah turut serta sejak awal perjuangan-perjuangan petani Kendeng sebelumnya.

Pada aksi #DipasungSemen jilid II ini, Patmi baru menyusul ke Jakarta pada Kamis 16 Maret 2017, bersama kakak dan adiknya serta sekitar 55 warga dari Kabupaten Pati dan Rembang. Tiba di Jakarta, ia langsung bergabung bersama rekan-rekannya di depan Istana Negara, Jakarta. Kakinya dipasung dengan semen.

Setelah berhari-hari memasung kakinya dengan semen, Istana menerima empat perwakilan petani Kendeng pada Senin (20/3/2017).

Aksi Berlanjut

Lantas, pada Senin (20/3/2017) malam Koalisi Untuk Kendeng Lestari memutuskan melanjutkan aksi, namun mengubah caranya, dengan hanya menyisakan sembilan orang namun sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, termasuk Patmi.

Pada awalnya, Patmi sempat menolak pulang. Ia masih ingin berjuang bersama rekan-rekannya di Jakarta. Seperti yang disampaikan putrinya, Sri Utami, Patmi ingin "membela anak cucu, membela tanah airnya".

Dan sebelum sempat pulang ke kampung halamannya, Patmi ternyata dipanggil Yang Maha Kuasa, diduga terkena serangan jantung.

Kepergiaan Patmi menyisakan semangatnya yang tidak padam, yang tetap diteruskan rekan-rekannya..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semen indonesia

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top