Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Kunjungan Mal Diprediksi Membaik

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimis 2017, bisnis mal akan lebih baik dibandingkan 2016.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 21 Maret 2017  |  20:33 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimis 2017, bisnis mal akan lebih baik dibandingkan 2016.

Sekretaris Jenderal APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan rata-rata trafik atau tingkat kunjungan ke mal relatif bertumbuh sekitar 7%-8% pada 2015-2016 (yoy).

Namun, angka ini masih di bawah dari rata-rata pertumbuhan trafik tertingginya pada 2013-2014 yang bisa mencapai 10%-15%.

"Trafik bertumbuh di saat ekonomi melambat, ada peluang dengan pola perubahan belanja, yang tadinya belanja ke luar negeri, jadi di dalam negeri, ada peluang masuk ke mal di Indonesia," ujar Alphonzus di Jakarta pada Selasa (21/3/2017).

Dia menambahkan mal tetap bertumbuh dan pelaku bisnis harus memperhatikan pola belanja yang berubah. Menurutnya, konsep mal yang bisa bertahan adalah mal yang bukan hanya sekadar tempat belanja tetapi gaya hidup.

"Gaya hidup ini setiap saat berubah, mal yang bertahan adalah yang provide gaya hidup," ujarnya.

Tak dapat dipungkiri, jika kehadiran online juga turut memengaruhi bisnis mal. Namun, menurutnya ada kelebihan yang dimiliki mal dengan pengalaman berbelanjanya secara langsung, yang tidak didapatkan secara online.

"Pengaruh online pasti ada, tetapi kembali di kelas mal mana, itu di kelas menengah ke bawah. Mal menengah ke atas pengaruh online nya tidak begitu besar," ujarnya.

Ke depannya, dia memprediksi mal kelas menengah akan berkembang sebagai market terbesar. Dia juga mengatakan tren pembangunan mal yang mendektai ke konsumen atau pemukiman juga menjadi langkah yang tepat.

"Sekarang terjadi mal masuk Bekasi, Tangerang, Serpong, dan sebagainya, itu yang benar mendekati konsumen," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan meskipun tidak bisa seperti masa jayanya di 2014. Pihaknya optimis, 2017 akan lebih baik untuk bisnis mal.

"Tinggal pengelola mal harus jeli," katanya.

Sekretaris Jenderal Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Haryanto Pratantara mengatakan meskipun tiga tahun ke belakang bisnis ritel tidak terlalu menggembirakan, pihaknya optimis 2017 akan membaik.

"Ke depan, tren berkembang pada kelas menengah, yang terlalu mahal dan murah ditinggal orang," ujarnya.

Dia menambahkan kategori yang akan berkembang pesat adalah produk atletik yang trennya saat ini digunakan untuk keseharian, seperti sepatu.

"Beberapa riset juga positif, harusnya 2017 lebih baik dari 2016, harus cukup optimis," katanya.

Haryanto juga menekankan pentingnya pelaku ritel mengombinasikan antara online dan offline untuk memuaskan konsumen.

"Ritel akan berkembang ketika bisa mengkombinasikan online dan offline. Ini yang harus diperhatikan oleh pelaku ritel," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal ritel
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top