Perikanan Budidaya: KKP Prioritaskan Budidaya Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan budidaya laut sebagai prioritas kebijakan pembangunan perikanan budidaya nasional ke depan mengingat besarnya potensi yang belum dimanfaatkan.
Sri Mas Sari | 20 Maret 2017 14:14 WIB
Bisnis.com, JAKARTA  -- Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan budidaya laut sebagai prioritas kebijakan pembangunan perikanan budidaya nasional ke depan mengingat besarnya potensi yang belum dimanfaatkan.
 
Kajian terbaru menunjukkan total potensi indikatif lahan budidaya Iaut sekitar 12 juta hektare dengan pemanfaatan hanya 285.527 ha atau 2,4%. Volume produksi budidaya laut hingga akhir 2016 11,8 juta ton atau naik 4% dari tahun sebelumnya. 
 
Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan KKP mulai memperkenalkan modernisasi teknologi budidaya laut, yakni budidaya laut Iepas pantai atau Iebih dikenal dengan nama keramba jaring apung (KJA) offshoreTeknologi yang sepenuhnya mengadopsi teknologi Norwegia ini diharapkan mampu menggenjot produksi kakap putih secara signifikan. 
 
KJA offshore akan difokuskan di tiga kawasan strategis, yakni Kepulauan Karimunjawa, Pangandaran, dan Kota Sabang, yang pembiayaannya berasal dari APBN. Adapun pengelolaannya dilakukan oleh Perum Perikanan Indonesia (Perindo). 
 
“Mekanisme pengelolaan KJA sedang dalam tahap pembahasan bussiness plan untuk memetakan mata rantai bisnis yang akan dlbangun nantinya. Intinya kami berharap pembangunan KJA offshore ini akan memberikan multiplier effect khususnya bagi pemberdayaan masyarakat," jelas Slamet, Senin (20/3/2017).


Mengenai pemilihan komoditas yang jatuh pada kakap putih, Slamet menuturkan baramundi memilliki pangsa pasar ekspor yang Iebih luas selain kerapu. KKP menargetkan produksi ikan kakap putih dari ketiga Iokasi ini mencapai 2.415 ton atau setara dengan nilai Rp169,2 miliar per tahun. 

Kebutuhan benih untuk KJA offshore mencapai 3,6 juta ekor benih atau 1,2 juta ekor benih per unit. Untuk memenuhi kebutuhan itu, KKP akan mendorong unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya untuk memproduksi benih, selain bekerja sama dengan swasta. 

 
Masyarakat juga akan dilibatkan, khususnya pada segmen penggelondongan benih dengan rencana memberdayakan 1.450 orang. 
 
lntinya, program ini akan secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan kata lain, tetap mengedepankan pengembangan yang family based-aquaculture," ujar Slamet. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan budidaya

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top