Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AirNav Kucurkan Rp58,3 Miliar di Bandara Kertajati

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia siap merampungkan pembangunan menara pemantau di Bandara Kertajati Majalengka dengan nilai investasi Rp58,3 miliar pada Juli 2017.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 16 Maret 2017  |  16:12 WIB
AirNav Kucurkan Rp58,3 Miliar di Bandara Kertajati
Alat berat digunakan dalam pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/2). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia siap merampungkan pembangunan menara pemantau di Bandara Kertajati Majalengka dengan nilai investasi Rp58,3 miliar pada Juli 2017.

Wisnu Darjono, Direktur Operasi Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav Indonesia), mengatakan investasi sebesar Rp58,3 miliar tersebut sudah termasuk dengan tower set.

“Kami perkirakan kalau untuk tower-nya saja Juni 2017 bisa dikejar. Tapi, kalau termasuk dengan tower set-nya, mungkin Juli 2017. Kami akan kejar terus,” katanya di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Wisnu menjelaskan, kebutuhan fasilitas navigasi penerbangan memang harus dipenuhi lebih dulu sebelum mulai mengoperasikan bandara. Apalagi, Bandara Kertajati ditargetkan mulai beroperasi pada 2018.

Setelah pembangunan menara pemantau itu rampung, AirNav akan mempersiapkan fasilitas penunjang navigasi penerbangan lainnya. Rencananya, seluruh fasilitas navigasi penerbangan akan selesai pada akhir 2017.

“Nah baru pada Januari 2018, kami mulai melakukan sejumlah trial mulai dari komunikasi, koordinasi dan lain sebagainya. Tentu saja, kami juga akan melibatkan pengelola bandara dan maskapai,” tuturnya.

AirNav juga bakal berkoordinasi dengan Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan terkait dengan sertifikasi. Asal tahu saja, AirNav harus mengantongi sertifikasi fasilitas dan pelayanan navigasi, sebelum beroperasi di Kertajati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara kertajati
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top