Perawatan Pesawat: Sriwijaya Air Group Jajaki Kerjasama Dengan Gallant Venture

Kelompok usaha penerbangan besutan Chandra Lie, Sriwijaya Air Group menjajaki peluang kerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Singapura, Gallant Venture Ltd. guna membangun pusat perawatan pesawat di Bintan.
Ringkang Gumiwang | 14 Maret 2017 18:25 WIB
Ilustrasi - tiketpesawatonline.org

Bisnis.com, JAKARTA—Kelompok usaha penerbangan besutan Chandra Lie, Sriwijaya Air Group menjajaki peluang kerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Singapura, Gallant Venture Ltd. guna membangun pusat perawatan pesawat di Bintan.

Direktur Utama PT Sriwijaya Maintenance Facility (SMF) Richard Budihadianto mengatakan SMF bersama Galant Venture masih melakukan pembahasan terkait skema kerjasama dalam bisnis perawatan pesawat (maintenance reparir overhaul/MRO)

“Terus terang masih ada beberapa skema yang dipikirkan. Apakah hanya sewa tanah, atau melakukan joint venture. Nah ini kita sedang jajaki, namun tentu saja kami terbuka apabila ada opsi skema kerjasama lainnya,” katanya di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Richard menegaskan pengembangan pusat perawatan pesawat di Bintan merupakan rencana strategis Sriwijaya Air Group. Selain biaya tanah dan pekerja lebih murah, posisi Bintan juga dekat dengan Singapura.

Menurutnya, Singapura merupakan pusat industri jasa angkutan udara di Asia Tenggara. Bahkan, seluruh pabrikan pesawat, termasuk gudang suku cadang, workshop dan lainnya sudah memiliki kantor cabang di Negeri Merlion

“Mereka center aviation di region kita. Semua pabrikan punya kantor di sana, punya workshop, sparepart dan lain sebagainya. Kalau kita mau bangun bengkel, memang paling bagus itu dekat dengan sumber itu,” tuturnya.

Di samping itu, lanjut Richard, kerjasama dengan Gallant Venture juga sejalan dengan keinginan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan agar Indonesia dapat berkolaborasi dengan Singapura guna menggarap pangsa pasar MRO.

Gallant Venture Ltd. adalah perusahaan investasi yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan ini memiliki lini bisnis antara lain di bidang otomotif, utilitas, properti, resort dan kawasan industri.

Gallant melalui anak usaha PT Bintan Aviation Investment juga berencana membangun kawasan Bintan Airport & Aerospace Industry Park di Bintan. Nantinya, kawasan tersebut akan menjadi pusat MRO terintegrasi.

Managing Director PT Bintan Aviation Investment (BAI) Michael B.K. Wudy mengatakan proyek pengembangan Aerospace tahap pertama masih berjalan. Salah satunya yang tengah dibangun adalah landas pacu.

“Saat ini, landas pacu sepanjang 3.000 meter itu sudah dipondasi sekitar 80%. Setelah itu, kami akan bangun juga terminal dengan kapasitas 1 juta penumpang. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung 2018,” ujarnya.

Michael menyebutkan dana yang dialokasikan untuk Aerospace tahap pertama sekitar US$$100 juta-US$150 juta atau setara dengan Rp1,33 triliun-Rp2 triliun. Rencananya, luas lahan yang dialokasikan perseroan untuk bandara sekitar 700 hektare.

Sementara itu, luas lahan yang dialokasikan untuk pengembangan MRO sekitar 500 hektare. Adapun, luas lahan yang dimiliki perseroan untuk mengembangkan Aerospace Industry di Bintan mencapai 4.000 hektare.

Tag : sriwijaya air
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top