Proper KLHK 2016: 22 Perusahaan Perikanan Berperingkat Merah

Sebanyak 22 perusahaan perikanan diganjar peringkat merah dalam Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2016.
Sri Mas Sari | 12 Februari 2017 23:18 WIB
Ilustrasi perikanan - Antara/Fanny Octavianus

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 22 perusahaan perikanan diganjar peringkat merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2016.

Jumlah itu meningkat dari hasil penilaian tahun sebelumnya yang menyematkan peringkat itu kepada tiga perusahaan.

Di antara 22 perusahaan, terdapat beberapa nama yang cukup dikenal, seperti PT Maya Food Industries (perusahaan pengalengan sarden), PT Satelit Sriti (produsen bubuk agar-agar), PT Phillips Seafoods Indonesia (pengalengan daging rajungan), dan PT Perikanan Nusantara (BUMN yang bergerak di bidang pembekuan ikan).

Sementara itu, produsen ikan beku dan ikan kayu, PT Sari Cakalang, masuk ke dalam peringkat hitam.

Peringkat merah diberikan kepada perusahaan yang telah berupaya mengelola lingkungan, tetapi belum sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, peringkat hitam disematkan kepada perusahaan yang dengan sengaja atau lalai dalam kegiatannya sehingga menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berikut 22 perusahaan perikanan yang mendapat peringkat merah (nama perusahaan, bidang usaha, lokasi usaha):

PT Maya Food Industries; pengolahan ikan; Pekalongan

PT Satelit Sriti; pengolahan rumput laut; Pasuruan

PT Centram Indonesia; pengolahan rumput laut; Pasuruan

PT Gema Ista Raya; pengalengan ikan; Pasuruan

PT Mega Marine Pride; pengolahan ikan; Pasuruan

PT Winaros Kawula Bahari; pengolahan ikan; Pasuruan

PT Marine Cipta Agung; pengolahan ikan; Pasuruan

PT Harta Samudera; pengolahan ikan; Ambon

PT Maluku Maya Mandiri; pengolahan ikan; Ambon

PT Perikanan Nusantara; pengolahan ikan; Ambon

PT Arabikatama Khatulistiwa; pengolahan ikan; Ambon

PT Wahana Lestari Investment; pengolahan ikan; Maluku Tengah

PT Bogatama Marinusa; pengolahan udang; Makassar

PT Phillips Seafoods Indonesia; pengolahan ikan; Barru

PT Bintang Mandiri Bersaudara; pengolahan ikan; Bitung

PT Bitung Mina Utama; pengolahan ikan; Bitung

PT Celebes Mina Pratama; pengolahan ikan; Bitung

PT Etmieco Sarana Laut; pengolahan ikan; Bitung

PT Manado Mina Citra Taruna; pengolahan ikan; Bitung

PT Perikanan Nusantara; pengolahan ikan; Bitung

PT Samudera Mandiri Sentosa; pengolahan ikan; Bitung

PT Sari Malalugis; pengolahan ikan; Bitung

Sumber: Laporan Proper 2016 KLHK

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perusahaan perikanan, klhk

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top