Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Rampung 2019

Kementerian BUMN memastikan pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung rampung pada 2019.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 25 Januari 2017  |  19:00 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Rampung 2019
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dibiayai dari utang luar negeri. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian BUMN memastikan pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung rampung pada 2019.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan meski tertunda dari rencana awal, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung selesai tiga tahun mendatang.

"Kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mulai pembangunan awal untuk 5 kilometer pertama dan diharapkan selesai pada 2019," kata Rini di Istana Negara, Rabu (25/1/2017).

Dia menyampaikan hal tersebut saat acara peresmian pelatihan Executive Leadership Program bagi Direksi BUMN yang diresmikan Presiden Joko Widodo.

Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung pun hingga medio Januari 2017 baru mencapai 82,9%, padahal ditarget rampung akhir Januari tahun ini.

Rini juga berharap pembangunan LRT Palembang dan Jabodebek yang sudah dimulai saat ini rampung pada 2018 dan 2019. Masih soal konektivitas darat, menurut Rini, BUMN sudah mulai membangun penambahan jalan tol sepanjang 1.260 kilometer.

"Sehingga pada akhir 2019 BUMN sudah mengoperasikan lebih dari 2.000 kilometer," tutur Rini.

Dia mengatakan dalam konteks konektivitas udara, pada 2016 BUMN telah mampu meningkatkan pelayanan bandara untuk 145 juta penumpang, dan Garuda Group sudah mengangkut 40 juta.

Melalui angkutan publik, kereta api telah mengangkut 352 juta penumpang, Pelni sudah mengangkut 4,5 juta penumpang, dan ASDP telah menyeberangkan 6,6 juta penumpang.

Dari maritim, BUMN sudah menambah pelabuhan penyeberangan, rute pelayaran, jumlah kapal, dan mengembangkan 24 pelabuhan strategis, sembilan di antaranya berada di Indonesia bagian timur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top