Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI KORSEL: Kepercayaan Konsumen Turun, PDB Kuartal IV/2016 Melambat

Ekonomi Korsel berekspansi dengan laju terlamban dalam lebih setahun akibat skandal politik yang berujung pada pemakzulan Presiden Park Geun-hye serta penyelidikan terhadap sejumlah konglomerat termasuk Samsung Group.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Januari 2017  |  12:10 WIB
EKONOMI KORSEL: Kepercayaan Konsumen Turun, PDB Kuartal IV/2016 Melambat
Indeks Kospi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Korsel berekspansi dengan laju terlamban dalam lebih setahun akibat skandal politik yang berujung pada pemakzulan Presiden Park Geun-hye serta penyelidikan terhadap sejumlah konglomerat termasuk Samsung Group.

Menurut laporan Bank of Korea (BoK), seperti dilansir Bloomberg (Rabu, 25/1/2017), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut naik 0,4% pada kuartal keempat tahun lalu.

Angka tersebut lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencatatkan ekspansi 0,6%, meski lebih tinggi dari prediksi penguatan sebesar 0,3%.

Dibandingkan dengan setahun sebelumnya, ekonomi Korsel sepanjang Oktober-Desember 2016 tumbuh 2,3% atau lebih besar dari prediksi sebesar 2,2%.

Sementara itu, pertumbuhan tahunan pada 2016 mencapai 2,7%, sesuai dengan proyeksi BoK.

Ekonomi Korsel berekspansi dengan laju terlamban dalam lebih setahun pada kuartal keempat akibat skandal politik di negara tersebut yang merugikan kepercayaan dan pengeluaran konsumen. Tingkat kepercayaan konsumen pada Januari turun untuk bulan ketiga ke kisaran level terendah dalam delapan tahun.

Pertumbuhan pada negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut telah tertekan oleh ketidakjelasan akan nasib Presiden Park selanjutnya serta kepemerintahan Donald Trump yang terlihat meningkatkan rintangan perdagangan global.

“Permintaan domestik lemah pada kuartal keempat. Ketidakpastian politik domestik serta melemahnya sentimen konsumen berperan menekan permintaan domestik,” ujar Woo Jae-joon, Ekonom Bank of America Merrill Lynch di Hong Kong, sebelum laporan tersebut dirilis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top