Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah: Suplai Susu Dari Peternak Kurang Dari 20%

Para peternak sapi perah diminta untuk meningkatkan produksi susu.Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan saat ini ketersediaan supply susu dari peternak di bawah 20% dari kebutuhan Industri. Namun, kebutuhan susu oleh industri olahan susu nasional semakin besar.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Januari 2017  |  13:11 WIB
Pemerintah: Suplai Susu Dari Peternak Kurang Dari 20%
Ilustrasi - MagWuzz.com

Bisnis.com, MALANG - Para peternak sapi perah diminta untuk meningkatkan produksi susu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan saat ini ketersediaan suplai susu dari peternak di bawah 20% dari kebutuhan Industri. Namun, kebutuhan susu oleh industri olahan susu nasional semakin besar.

Menurutnya, tumbuhnya peternakan susu perah sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan industri pengolahan susu.

"Pemerintah sedang menghitung untuk peningkatan produksi dengan kewajiban meyerap susu lebih banyak dari peternak. Selama ini belum wajib serap," ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Saat ini memang diperlukan program kemitraan agar pemenuhan bahan baku susu segar dapat berkesinambungan dan berkualitas baik.

"Industrinya sudah meningkat tetapi supply dari domestiknya menurun. Kami dorong adalah bagaimana peternak bisa meningkatkan produksi susu segar, apalagi kebutuhan produk susu di pasar dalam negeri dan ekspor naik," katanya.

Airlangga berharap agar masyarakat turut serta berinvestasi dalam dunia peternakan. Pasalnya, selama ini peternakan secara umum belum dianggap menjadi bisnis yang menjanjikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan susu
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top