Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI: 2016, Laju Inflasi di Balikpapan Relatif Terjaga

Bank sentral menilai laju inflasi Kota Balikpapan sepanjang 2016 relatif terjaga, yakni 4,13% untuk masing-masing laju inflasi year to date dan year to year, sedangkan laju inflasi pada Desember silam mencapai 1,26%.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 04 Januari 2017  |  04:26 WIB
Ilustrasi gerbang Kota Balikpapan
Ilustrasi gerbang Kota Balikpapan

 

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Bank sentral menilai laju inflasi Kota Balikpapan sepanjang 2016 relatif terjaga, yakni 4,13% untuk masing-masing laju inflasi year to date dan year to year, sedangkan laju inflasi pada Desember silam mencapai 1,26%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan laju inflasi tahunan itu sesuai dengan target nasional. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari koordinasi antara pemerintah daerah, bank sentral, dan lembaga lain yang berada di bawah koordinasi TPID.

"Walaupun secara bulanan bahan makanan memberikan andil inflasi cukup signifikan sepanjang Desember, itu merupakan hal wajar mengingat tingkat permintaan dan penawaran musiman," jelas Suharman, Selasa (3/1/2017).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Balikpapan, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga tertingi selama Desember adalah bahan pangan 2,76% dan transport, jasa keuangan, dan komunikasi sebesar 2,26%.

Masing-masing menyumbang andil sebesar 0,56% dan 0,42% pada laju inflasi selama Desember. Adapun komoditas yang menyumbang andil inflasi secara signifikan adalah daging ayam ras, jagung manis, kelapa, tarif angkutan udara, tarif pulsa ponsel, bensin, dan sebagainya.

Kendati kelompok bahan makanan secara dominan memberikan andil pada laju inflasi sepanjang 2016, dia menganggap tingkat konsumsi masyarakat masih dalam batas wajar.

"Bila ditilik lebih dalam, inflasi bahan makanan cenderung terkendali. Bahkan volatile food mencatat andil deflasi -0,10% pada inflasi tahunan Balikpapan, yang merupakan cerminan konsumsi masyarakat yang wajar dan tidak berlebih sepanjang tahun," tukas Suharman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi balikpapan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top