PT Kalbio Global Medika Kembangkan 10 Molekul Produk Bioteknologi

PT Kalbio Global Medika anak usaha PT kalbe Farma Kembangkan 10 Molekul untuk 10 Tahun Ke depan
Nindya Aldila | 21 Desember 2016 06:21 WIB
Industri farmasi - indianmirror

Bisnis.com JAKARTA -- PT Kalbe Farma Tbk lewat anak usahanya, PT Kalbio Global Medika bakal bersiap untuk memproduksi 10 molekul produk bioteknologi secara komersial dalam 10 tahun ke depan dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

Corporate Management System, Business Development, Regulatory Affair, Strategic Investment Director PT Kalbe Farma Tbk Sie Djohan mengatakan dalam 10 tahun ke depan anak usahanya, PT Kalbio Global Medika yang khusus memproduksi bahan baku dan produk jadi obat biologi, akan mengembangkan 10 molekul yang membutuhkan dana sekitar Rp2 triliun. 

Targetnya, Kalbio sudah bsa mengantongi sertifikat cara pembuatan obat yang baik [CPOB] oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada awal tahun depan dan beroperasi secara komersial pada 2018. Produk yang pertama bakal dikembangkan oleh Kalbio pada 2017 adalah erythropoetin atau pemicu sel darah merah yang biasanya dibutuhkan oleh pasien anemia. Setelah itu, disusul produk GCSF atau sel pembentuk sel darah putih.

"Mimpi saya sederhana. Saya ingin satu molekul bisa Rp1 triliun omzetnya per tahun. termasuk pasar Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] dan ekspor. Tapi butuh 5-10 tahun ke depan. Kami sudah putuskan untuk menjadi lokomotif mendorong industri farmasi nasional ke produk biologi," ujarnya, Selasa (20/12)

Kalbe Farma, lanjutnya, memang telah lama mengincar pasar farmasi untuk produk bioteknologi sejak tahun lalu dengan menjual produk jadi yang diimpor, sembari mengetes pasar. Dilihat dari hasilnya, kontribusi Indonesia terhadap pasar obat biologi di Asean hanya mencapai 27%. 

Padahal, jika dilihat dari jumlah penduduknya, Indonesia seharusnya bisa berkontribusi sebesar 40%, maka dia menganggap hal tersebut merupakan ceruk pasar baru bagi Kalbe Farma.

Untuk membangun fasilitas produksi bioteknologi Kalbio di Cikarang, Kalbe Farma telah menginvestasikan sekitar Rp500 miliar. Angka tersebut belum termasuk dana yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat, farmasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top