Sistem Drainase Underpass Perlu Diperhatikan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun Underpass Simpang Lima Mandai di Kota Makasar, Sulawesi Selatan.
Anitana Widya Puspa | 20 Desember 2016 06:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun Underpass Simpang Lima Mandai di Kota Makasar, Sulawesi Selatan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengatakan meminta agar sistem drainase diperhatikan.

"Karena di banyak tempat, di Underpass sering muncul genangan air setelah hujan deras,”katanya seperti yang dikutip dari keterangan resminya Senin (19/12)

Terkait masalah drainase itu , Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar Bastian S. Sihombing  menyatakan telah menyiapkan satu pompa permanen di underpass tersebut untuk mengantisipasi genangan air yang muncul akibat hujan deras

Pembangunan underpass ini diharapkan akan mengatasi kemacetan yang sering terjadi di persimpangan ini akibat pertemuan kendaraan dari Kota Makasar menuju Kabupaten Maros dan Bandara Sultan Hasanuddin, demikian  juga sebaliknya.

"Lalu lintasnya cukup padat dan sering terjadi kemacetan sehingga dari hitungan kelayakan maka kita bangun inftastruktur tidak sebidang tersebut yaitu underpass. Dibangunya Underpass ini sudah sangat tepat, karena banyak orang yang ingin masuk bandara itu banyak yang sering terlambat karena mengalami kemacetan, "terangnya.

Dia menargetkan underpass yang menghubungkan Maros hingga Makassar ini selesai pada April 2017. Lebih cepat dari target yang direncanakan pada September 2017. Menurutnya, jika underpass bisa digunakan  pada April mendatang, akan membantu mengurai kemacetan saat Hari Raya Lebaran mendatang karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Bandara hingga Kota Makassar.

"Terlebih lagi pada saat Lebaran mendatang, pasti volume kendaraan akan bertambah dan bisa dipastikan akan macet. Meski ada macet, tapi bebannya tidak akan seperti dulu dan underpass ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas," tambahnya.

Hingga kini, progres dari underpass telah mencapai 68% dengan nilai kontrak 169,6 miliar, serta kontraktor pelaksana yang menangani pekerjaan tersebut PT. Adhi Karya dan PT. Wijaya Karya.

Pembangunan Underpass ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun anggaran 2015-2017 dengan panjang efektif 1.050 meter, sementara untuk panjang konstruksi underpass-nya yakni 120 meter dengan lebar 2 x 9 meter.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
drainase

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top