Tahun Depan, Jamu Iboe Jajaki Pasar Luar Jawa

Produsen jamu PT Jamu Iboe Jaya pada tahun depan berencana menjajaki pasar di luar Jawa seperti Sumatra dan Kalimantan melalui jalur distribusi maupun membuka outlet Jamu Bar (Iboe Herbal Bar).
Peni Widarti | 20 Desember 2016 18:02 WIB
Bahan baku jamu tradisional - Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA – Produsen jamu PT Jamu Iboe Jaya pada tahun depan berencana menjajaki pasar di luar Jawa seperti Sumatra dan Kalimantan melalui jalur distribusi maupun membuka outlet Jamu Bar (Iboe Herbal Bar).

Direktur Utama Jamu Iboe Stephen Walla mengatakan pasar Jamu Iboe selama ini kebanyakan masih di Pualu Jawa dan Bali, terutama di Jawa Timur yang berkontribusi 35%.

“Tahun depan kami akan jajaki pasar di luar pulau seperti Kalimantan dan Sumatra mau kami kembangkan lagi. Mulai dari mencari channel distributor baru di sana, dan mencari local partner untuk membuat outlet jamu,” jelasnya saat konferensi pers penerimaan penghargaan Living Legend Companies 2016, Selasa (20/12/2016).

Dia menjelaskan saat ini Jamu Iboe sudah memiliki 18 outlet Jamu Bar yang tersebar di beberapa daerah, di mal, foodcourt maupun tempat umum seperti di Surabaya, Bali, Solo, Jakarta dan Medan. Rencananya, tahun depan pun Jamu Iboe akan menambah 5-10 outlet di Jawa.

Stephen menambahkan tren kinerja penjualan Jamu Iboe tahun ini masih datar atau hampir sama seperti tahun lalu. Tahun ini diperkirakan terjadi pertumbuhan penjualan sekitar 10%-15%. Adapun pada tahun lalu, penjualan Jamu Iboe tumbuhnya sekitar 11%.

“Secara makro, pasar domestik tahun ini memang agak slowing down, tapi dengan pertumbuhan 10% itu sudah lumayan bagus untuk sektor industri. Semoga tahun depan ada pertumbuhan yang positif,” ujarnya.

Stephen menambahkan untuk pasar ekspor, Jamu Iboe memang belum mampu mengembangkan sayap dengan cepat karena untuk penjualan jamu di luar negeri banyak regulasi atau aturan registrasi yang dipenuhi, bahkan masing-masing negera punya kebijakan yang berbeda-beda.

Product Group Manager Jamu Iboe, Perry menambahkan untuk memperkuat pasar, Jamu Iboe tidak hanya menjual produk melalui toko-toko jamu tetapi juga melalui aplikasi online dengan menggandeng sejumlah penyedia belanja online.

“Penjualan secara online ini sudah kami mulai sejak 3 tahun yang lalu, dan responnya lumayan. Kontribusi penjualan secara online sekarang masih kecil di bawah 5%, tetapi dari tahun ke tahun setidaknya ada peningkatan,” jelasnya.

Adapun, Jamu Iboe 180 item produk yang terdiri dari 3 jenis produk yakni jamu tradisional (jamu aduk-pahit) yang kontribusinya 45%, minuman kesehatan (herbal drink) 20%, dan suplemen (jamu oral) 35%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri jamu

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top