Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas Turun, PT Pupuk Indonesia Dongkrak Daya Saing

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut baik keputusan pemerintah pusat dalam penyesuaian harga gas untuk industri yang akan diumumkan pada pengujung November nanti.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 11 November 2016  |  03:17 WIB
PT Pupuk Indonesia - Antara/Rosa Panggabean
PT Pupuk Indonesia - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut baik keputusan pemerintah pusat dalam penyesuaian harga gas untuk industri yang akan diumumkan pada pengujung November nanti.

Pemerintah pusat pun telah menyepakati industri pada sektor petrokimia, pupuk, dan baja akan menerima pemberlakuan harga gas baru yang nanti ditetapkan, menyusul setelahnya industri pada sektor-sektor lain yang menjadi sasaran beleid sesuai Perpres No. 40/2016.

Saat ini, pemerintah pusat masih merumuskan detail besaran harga untuk tiap-tiap sektor. Dalam rapat koordinasi, pemerintah menyepakati harga gas terhadap ketiga sektor tersebut dipatok di bawah US$6 per MMBTU.

Menanggapi hal tersebut, PT Pupuk Indonesia menyusun strategi untuk memaksimalkan produksi sekaligus meningkatkan daya saing dengan harga gas baru yang akan ditetapkan nanti, melalui penerapan diversifikasi produksi pupuk dan pengevaluasian produksi pada tiap-tiap pabrik anak usahanya.

"Strategi itu diharapkan mampu menekan ketergantungan produksi pupuk terhadap gas, agar semakin maksimal lagi. Sekarang ini komposisi gas dalam biaya produksi masih 70%," kata Direktur SDM dan Tata Kelola PT Pupuk Indonesia A. Tossin Sutawikara pada Kamis (10/11/2016).

Dia mengatakan diversifikasi yang dimaksud adalah pabrik tak hanya memproduksi pupuk urea, namun juga pupuk majemuk, yakni NPK. Sebab produksi pupuk urea yang merupakan pupuk tunggal, membutuhkan pasokan gas yang banyak. Lain halnya dengan produksi NPK yang berbahan baku campuran.

Perseroan juga mengevaluasi produksi pada pabrik-pabrik untuk menjaga tingkat ketergantungan gas. Pabrik-pabrik tua dengan tingkat konsumsi gas yang boros misalnya, akan dikurangi tingkat produksinya.

"Konsumsi gas dalam komposisi produksi pupuk secara keseluruhan harus diturunkan. Menurut perhitungan kami, idealnya harga gas untuk industri pupuk saat ini adalah US$3, tapi kami memahami kalau perhitungan penyedia gas mungkin berbeda," kata Tossin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top