Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Komitmen Naikkan Jam Operasional Bandara di Indonesia Timur

Kementerian Perhubungan berkomitmen menambah jam operasi bandara, terutama di wilayah Indonesia Timur guna memenuhi permintaan jasa angkutan udara yang kian meningkat.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  16:42 WIB
Bandara Pattimura di Ambon - pattimura/airport.co.id
Bandara Pattimura di Ambon - pattimura/airport.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan berkomitmen menambah jam operasional bandara, terutama di wilayah Indonesia Timur guna memenuhi permintaan jasa angkutan udara yang kian meningkat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengklaim, bahwa beberapa bandara di Indonesia Timur sudah diperpanjang antara lain seperti Bandara Sentani Papua dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Jadi memang saatnya jam operasional bandara, khususnya wilayah timur itu diperpanjang. Apalagi, luas wilayah Indonesia ini memiliki perbedaan sampai dua jam,” katanya di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Selain meningkatkan pelayanan bagi masyarakat setempat, lanjut Suprasetyo, perpanjangan jam operasional bandara juga memberikan tambahan keuntungan bagi maskapai, baik dari sisi kapasitas maupun utilitas pesawat.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa upaya menambah jam operasional bandara tidak mudah. Pasalnya, bandara yang diperpanjang jam operasinya harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti SDM, fasilitas bandara, keamanan dan lain sebagainya.

“Apalagi kalau bandara yang diperpanjang jam operasinya itu statusnya internasional, maka harus ada juga penambahan SDM di bea dan cukai, termasuk fasilitasnya. Jadi kaitannya memang luas,” tuturnya.

Jam Operasional

Konsultan Penerbangan CommunicAvia Gerry Soejatman menilai, jam operasional bandara yang ditambah, terutama di luar Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng merupakan solusi yang cukup baik dalam mendukung pertumbuhan permintaan.

“Sebenarnya penambahan jam operasional bandara ini merupakan solusi yang baik dalam jangka pendek ini agar growth [jumlah penumpang] itu tidak mandek. Hanya saja, progres dari rencana pemerintah itu masih belum transparan,” ujarnya.

Gerry menuturkan, Kemenhub seharusnya mampu memaparkan lebih detail terkait progres penambahan jam operasi bandara, terutama kepada maskapai. Dengan begitu, maskapai bisa menentukan rencana strategis ke depannya.

Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, keterbatasan jam operasional bandara, terutama di Indonesia Timur memang sudah lama menjadi persoalan.

“Bahkan persoalan ini sepertinya sudah sistemik. Bandara yang dikelola pemerintah seringkali seenaknya menentukan jam operasional. Buka jam 08.00 pagi, dan tutup jam 14.00 atau 15.00 waktu setempat,” katanya.

Bayu mengklaim, keterbatasan jam operasional bandara juga membuat utilitas pesawat tidak ideal. Menurutnya, saat ini rata-rata utilitas pesawat yang melayani bandara di Indonesia Timur hanya sekitar 110-120 jam per bulan.

“Idealnya sih 180-200 jam per bulan, tapi 160-180 jam per bulan juga sebenarnya cukup baik untuk di wilayah timur. Makanya, kami harap bandara itu setidaknya bisa buka lebih pagi, dan tutup sebelum malam, tidak perlu 24 jam,” tuturnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top