Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APBD JABAR 2016: Per Oktober, Serapan Belanja Modal Seret

Belanja modal Pemprov Jawa Barat hingga Oktober 2016 terbilang masih seret di angka Rp1,14 triliun.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  20:04 WIB
Ilustrasi APBD - kopel/online.or.id
Ilustrasi APBD - kopel/online.or.id

Bisnis.com, BANDUNG - Belanja modal Pemprov Jawa Barat hingga Oktober 2016 terbilang masih seret di angka Rp1,14 triliun.

Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan serapan ini terbilang masih lambat mengingat porsi belanja modal di APBD Jabar 2016 ini mencapai Rp3,5 triliun.

Angka ini sama belum optimalnya dengan belanja barang dan jasa yang baru mencapai 61%. “Belanja modal masih kecil, ini karena belum ada termin pembayaran pada pemenang lelang,” katanya di Bandung, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, ada tiga organisasi perangkat dinas [OPD] yang menjadi penentu tingginya serapan anggaran dalam 3 bulan terakhir ini. Iwa mencatat dinas tersebut antara Dinas Olahraga dan Pemuda yang serapannya baru 33%, RSUD Al Ihsan 32,94% dan Dinas Pemukiman dan Perumahan yang hingga Oktober baru merealisasikan anggaran 29,3%.

Pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran agar OPD juga Kabupaten/kota mendorong realisasi penyerapan. Pemprov Jabar sendiri menargetkan serapan APBD hingga 31 Desember 2016 bisa mencapai 93% dari total APBD 2016 Rp29,97 triliun. “Edaran sudah kami kirim, untuk belanja modal khususnya segera dibayarkan,” paparnya.

Iwa optimistis meski tinggal tersisa 3 bulan, serapan APBD akan sesuai dengan target. Khusus untuk 3 OPD yang masih minim, pihaknya sudah menugaskan Biro Administrasi dan Pembangunan Setda Jabar untuk memonitor dan mengevaluasi penggunaan anggaran.

“Kalau ada kegiatan yang tidak mungkin dilakukan akan segera dicoret dan dialihkan untuk hal yang lebih penting, agar penyerapan bisa cepat,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga meminta 5.312 desa di Jabar yang akan mendapatkan bantuan infrastruktur desa total Rp400 miliar untuk segera memproses administrasi pencairan.

Menurutnya posisi bantuan keuangan sama signifikannya dengan belanja modal. “ Jadi kami masih optimis, karena pengelolaan anggaran kita sudah prudent dan fokus,” katanya.

Sebelumnya, pada bisnis agar tidak terjadi lagi penyerapan menumpuk di Desember, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya kembali mengikuti pola lelang awal yang juga digelar kementerian di tingkat Pusat.

Akhir 2015 lalu diakui Heryawan rencana ini tidak terlaksana optimal karena banyak dinas belum siap. “Sekarang di Desember 2016 kita genjot lagi, saya yakin bisa,” katanya.

Dia mengaku optimis rencana ini bisa terlaksana di lebih banyak dinas, karena menjelang pembahasan APBD 2017 dirinya sudah membuat perjanjian tertulis.

Gubernur hanya meloloskan anggaran yang ada di tiap dinas jika hasil dan targetnya jelas. “Terutama anggaran yang berhubungan dengan belanja modal, barang dan jasa,” tuturnya.

Pihaknya juga dalam perjanjian tersebut berharap ada pemanfaatan waktu agar ketika lelang sudah dimulai pada Desember 2016, maka Januari 2017 sudah ada pekerjaan yang berjalan.

Di satu sisi, kondisi ini juga akan berhubungan dengan target serapan dinas per bulan. “Jadi setiap bulan, dinas ditarget bisa menyerap anggaran 8%-10%, jadi anggaran terpakai tepat waktu,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top