Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENTERI PERTANIAN: Kalbar Mampu Jadi Sentra Bawang Merah

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memprediksi ke depan Kalimantan Barat mampu menjadi sentra bawang merah untuk Indonesia, melihat potensi panen bawang yang besar di wilayah tersebut.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 Oktober 2016  |  22:08 WIB
Bawang merah - JIBI/Sunaryo Haryo Bayu
Bawang merah - JIBI/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, PONTIANAK -  Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memprediksi ke depan Kalimantan Barat mampu menjadi sentra bawang merah untuk Indonesia, melihat potensi panen bawang yang besar di wilayah tersebut.

"Nampaknya sentra bawang merah akan berpindah ke Kalimantan Barat. Ini bisa dilihat, karena di lahan percontohan PKK Provinsi Kalbar di Ngabang, Kabupaten Landak saja, bawang yang ditanam di lahan 1 hektare itu bisa menghasilkan 16 ton dan ini sangat luar biasa," kata Mentan Amran, saat panen bawang merah di Landak, Jumat (21/10/2016).

Panen tersebut merupakan inisiatif dari para ibu-ibu PKK yang mengeluhkan tingginya harga bawang merah di pasar.

"Kami apresiasi Ibu Gubernur (Kalbar), ini gagasan luar biasa dimulai menanam bawang. Produksinya 16 ton per hektare. Kalau ini dikembangkan luar biasa," tuturnya.

Menurut Amran, ini merupakan pertama kalinya tanam bawang merah di Kalbar. Sebelumnya bawang merah hanya berasal dari Jawa Tengah, sehingga biaya distribusinya membuat harga bawang mahal, ongkos angkutnya juga konsumen yang bayar.

Saat ini harga bawang merah di Kabupaten Landak sekitar Rp40.000 per kiloggram, sehingga dengan volumen panen tersebut, petani mendapatkan omzet Rp600 juta.

Amran mengatakan hal ini akan menguntungkan daerah. Oleh karenanya tahun 2017 ditargetkan ada 100 hektar lahan untuk ditanami bawang agar menambah pendapatan daerah dan mengurangi inflasi akibat biaya distribusi bawang merah.

"Kita hitung saja 1 hektare bisa Rp600 juta, ini luar biasa, harga saat ini di Kalbar, biaya produksinya Rp200 juta. Ada untung Rp400 juta, artinya itu per bulan 200 juta. Itu jauh dari gaji menteri sehingga kami minta Pak Kadis ini di tambah 100 hektare," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis mengaku banyak ibu-ibu mengeluh harga bawang mahal karena dikirim dari Jawa oleh karena itu muncullah percobaan untuk menanam bawang di lahan 1 hektare.

"Karena setiap bulan itu naik harganya kita coba tanam bawang ternyata bisa. Mau lihat 1 hektarenya seberapa sih ternyata dengan 16 ton jadi nggak sia-sia juga," ujar Frederika.

Frederika yang juga Ketua Forikan Kalbar mengatakan, ini baru percontohan kalau sudah 16 ton, dia akan bantuan cuma-cuma 100 hektare.

"Mudah-mudahan kami tim penggerak PKK Provinsi bisa mensosialisasikan sehingga meyakinkan masyarakat itu mau tanam bawang karena kalau orang desa itu nggak mau dia kalau belum lihat kerja nyata," kata Frederika lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah andi amran sulaiman

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top