Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Jangan Permisif pada Pungli Meski Hanya Rp10.000

Presiden Joko Widodo meminta seluruh pimpinan daerah untuk memberantas pungutan liar (pungli) tanpa peduli berapapun nominal nilai pungutan liar tersebut.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  05:52 WIB
Ilustrasi - greekreporter.com
Ilustrasi - greekreporter.com

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pimpinan daerah untuk memberantas pungutan liar (pungli) tanpa peduli berapapun nominal nilai pungutan liar tersebut.

Permintaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Presiden dan Gubernur, Kamis (20/10/2016), guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan dan pada gilirannya mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dan menggerus daya saing nasional.

Presiden menekankan operasi pemberantasan pungli yang telah dimulai pada pekan lalu akan terus berlanjut. Menurut Presiden, persoalan pungli sudah terjadi puluhan tahun dan terlanjur dianggap biasa.

“Keluhan yang sampai ke saya itu memang sudah pulihan ribu banyaknya, baik yang kecil urusan Rp10.000, Rp100.000 sampai jutaan. Melihat keluhan dan informasi yang diberikan ke saya, ini persoalan yang harus diselesaikan. Kita menganggap hal yang normal dan biasa saja, dan kita permisif pada itu,” tuturnya di Istana Negara.

Presiden mengajak para gubernur untuk mengambil langkah konkret pemberantasan pungli, khususnya terkait pengurusan akta tanah, sertifikat, perizinan, pungli di jalan raya, pelabuhan, kantor dan rumah sakit.

“Hal apapun yang berkaitan dengan pungutan tidak resmi harus bersama-sama untuk mulai mengurangi dan menghilangkan. Dan dengan keterpaduan itu kita harapkan operasi pemberantasan pungli akan efektif.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pungli
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top