Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JICT Optimalisasi Alat Bongkar Muat

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memberikan layanan secara optimal dengan mengalokasikan tujuh alat bongkar muat dermaga (quay cranes) sekaligus saat melayani MV.Hammonia Sapphire milik perusahaan Hapag Lloyd.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 17 Oktober 2016  |  14:33 WIB
Aktivitas bongkar muat di kawasan Tanjung Priok/BISNIS - Nurul Hidayat
Aktivitas bongkar muat di kawasan Tanjung Priok/BISNIS - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA---PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memberikan layanan secara optimal dengan mengalokasikan tujuh alat bongkar muat dermaga (quay cranes) sekaligus saat melayani MV.Hammonia Sapphire milik perusahaan Hapag Lloyd.

Corporate Affairs Manager JICT, Indira Lestari mengatakan alokasi alat yang optimal dalam rangka meningkatkan pelayanan prima bagi pelanggan.

"Pelayanan secara maksimal dilakukan perusahaan dalam rangka percepatan pelayanan sehingga upaya memperlancar arus barang dan menurunkan dwelling time sesuai program pemerintah dapat terwujud," Ujarnya, Senin (17/10).

Kapal Hammonia Sapphire memiliki panjang 249 meter dengan kapasitas 5.000 TEUs (satuan ukuran petikemas 20 kaki).

Dia mengatakan, kapal tersebut mengangkut 1.910 petikemas impor dan 2.195 petikemas ekspor.

Sebelumnya, JICT berhasil menyabet gelar perusahaan dengan pelayanan prima dari Kementerian Perhubungan pada bulan September dan terminal petikemas terbaik di Asia kategori kapasitas dibawah 4 juta TEUs oleh Asia Cargonews.

"Dalam menghadapi era kompetisi kedepan, JICT telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik lewat keunggulan daya saing dari sisi Pekerja, Produktivitas dan Inovasi," ujar Indira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat jict
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top