Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Banten Imbau Pemda Manfaatkan DIRE Pacu Ekonomi

Pemerintah Provinsi Banten memacu kabupaten/kota untuk segera memaanfaatkan pemberlakuan diskon pajak atas instrumen kontrak investasi kolektif dana real estate (DIRE).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 17 Oktober 2016  |  14:10 WIB
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto

Bisnis.com, TANGERANG - Pemerintah Provinsi Banten memacu kabupaten/kota untuk segera memaanfaatkan pemberlakuan diskon pajak atas instrumen kontrak investasi kolektif dana real estate (DIRE).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMT) Banten Babar Suharso mengatakan kebijakan tersebut berpeluang untuk menggenjot prospek pendapatan daerah dalam jangka panjang.

“Pemprov hanya mengarahkan karena kebijakan itu tergantung pada masing-masing kabupaten/kota. Meski dalam jangka pendek itu [DIRE] akan memangkas pendapatan, tetapi dalam jangka panjang itu bagus,” tekannya kepada Bisnis, Senin (17/10/2016).

Adapun, tarif pajak penghasilan (PPh) final dan bea perolehan hak atas tanah dan pembangunan (BPHTB) atas DIRE akan diturunkan menjadi masing-masing 0,5% dan 1%. Sebelumnya, pengenaan PPh dan BPHTB atas DIRE sebesar 5%.

Pemprov telah memetakan sejumlah wilayah yang dianggap prospektif sebagai lokasi penerbitan DIRE antara lain Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Menurutnya, beberapa investor telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan sektor properti di Banten, salah satunya yang berasal dari Timur Tengah. Jika rencana investor tersebut terlaksana, maka pemerintah daerah bisa memanfaatkannya untuk memacu ekonomi daerahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengakui sektor properti masih menjadi andalan bagi perekonomian kawasan ini.

"Karena keterbatasan lahan, kami tidak bisa mengharapkan kenaikan di PBB dam BPHTB perumahan baru, tapi lebih kepada properti yang sudah dibangun. Untuk pemberian diskon di DIRE, ya kami memang tidak memiliki pilihan selain mematuhinya," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Tangsel merupakan primadona bagi sektor properti, baik investor dalam negeri maupun manca negara. Dari segi pajak atau retribusi daerah, sektor properti menyumbang cukup signikan yakni hingga 60% melalui PBB dan BPHTB.

Tak hanya itu, dari segi investasi, sektor properti, perdagangan, dan jasa merupakan tiga sektor unggulan kota ini. Per kuartal II/2016, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Tangsel melesat menjadi US$64,5 juta pada kuartal II/2016 dari sebelumnya US$ 810.000.

Selain nilai investasi yang mengalami pertumbuhan pesat, jumlah proyek PMA di kawasan ini juga tercatat meningkat dari 20 proyek pada kuartal II/2015 menjadi 80 proyek sepanjang April-Juni 2016.

"Perlambatan ekonomi diprediksi masih terjadi, tetapi situasi moneter di Indonesia sudah cukup mendukung perkembangan sektor properti, khususnya di Tangsel,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top