Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Pesona Khatulistiwa Nusantara Kaji Usulan Pembangunan PLTU Baru

PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) mengkaji usulan penambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan kapasitas 1x25 megawatt (MW) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.nn
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 24 Agustus 2016  |  00:02 WIB
PT Pesona Khatulistiwa Nusantara Kaji Usulan Pembangunan PLTU Baru
Pembangkit listrik - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) mengkaji usulan penambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan kapasitas 1x25 megawatt (MW) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Adapun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meminta tambahan PLTU tersebut karena sebagian wilayah di sana masih kekurangan listrik.

Presiden Direktur PKN Jeffrey Mulyono mengatakan pihaknya saat ini tengah mengkaji proyek tersebut. Selain itu, negosiasi dengan PT PLN (Persero) terkait penjualan listriknya akan dilakukan.

"Gubernur minta tambahan 25 MW. Tinggal sekarang negosiasi dengan PLN karena ini memang tidak termasuk RUPTL," katanya di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, skema yang bisa dilakukan adalah kerja sama wilayah kelistrikan PKN dengan PLN. Pasalnya, saat ini PKN sudah memiliki wilayah kelistrikan sendiri dengan PLTU berkapasitas 1x7,5 MW.

Namun, dia mengakui skema tersebut tidak terlalu baik untuk investor. Pasalnya, jangka waktu kerja sama hanya akan berlangsung selama lima tahun.

"Memang tidak bagus. Oleh karena itu, kita pikirkan juga juga keekonomian proyek ini karena sekarang kondisinya lagi serba susah juga," ujarnya.

Adapun biaya pembangunan PLTU berkapasitas 1x25 MW itu diperkirakan memakan biaya minimal US$30 juta. Adapun untuk batu barana,akandiambil langsung dari tambang PKN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu pkn
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top