ACHMAD KALLA: PLTA Poso II Beroperasi

Pencetus ide pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso II Achmad Kalla mengatakan Bangsa Indonesia patut berbangga pada karya anak bangsa dengan beroperasinya PLTA Poso II yang merupakan karya anak bangsa.
Martin Sihombing | 17 Agustus 2016 20:44 WIB
Ilustrasi PLTA. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Pencetus ide pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso II Achmad Kalla mengatakan Bangsa Indonesia patut berbangga pada karya anak bangsa dengan beroperasinya PLTA Poso II yang merupakan karya anak bangsa.

"Ini sebuah pembuktian bahwa Indonesia mampu dan percaya diri untuk membangun sebuah infrastruktur dengan tenaga sendiri tanpa bantuan asing, bahkan sekarang bisa dilihat 70%  pekerja di sini adalah yang ber-KTP Poso," kata pemilik PT Poso Energy Achmad Kalla dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Rabu (17/8/2016).

Lebih lanjut Achmad Kalla menjelaskan pembangkit yang terletak di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ini memiliki kapasitas 195 MW (megawatt) dan telah mengalirkan listrik sejak 22 Desember 2012.

Dengan daya sebesar itu, PLTA yang dibangun oleh Kalla Grup melalui anak usahanya Poso Energy berhasil membuktikan bahwa anak bangsa mampu membuat karya besar yang sangat berguna bagi masyarakat, mengingat selama ini semua PLTA di Indonesia selalu dibangun dan dibiayai oleh kontraktor luar negeri.

PT Poso Energy membangun PLTA Poso Energy pada 2005. Meskipun belum memiliki pengalaman sama sekali dalam dunia pembangkit listrik, namun Achmad Kalla dari Kalla grup sekaligus pencetus ide, optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut. Banyak pelajaran yang diambil dari pembangunan pembangkit ini.

Selama tujuh tahun membangun PLTA Poso II, kini pihaknya tengah menggarap PLTA Poso I yang berkapasitas 2 x 30 MW sejak 2015, dan ditargetkan selesai pada 2017, hingga PLTA Poso III berkapasitas 4 X 100 MW yang direncanakan selesai pada 2022.

"Pertama kali punya ide kami keliling dunia mencari yang bisa menawarkan harga, tidak ada satu pun yang bersedia menjadi konsultan, karena kami sama sekali tidak punya pengalaman. Akhirnya PLTA Poso II dikerjakan selama tujuh tahun dengan kerja kami sendiri, banyak pembelajaran dan pengorbanannya, saat ini kami sudah bisa bangun listrik hanya dalam dua tahun," kata Achmad Kalla.

Achmad Kalla mengatakan bahwa satu hal yang paling membanggakan, proyek PLTA Poso ini sepenuhnya dikerjakan oleh sumber daya lokal dan tidak melibatkan tenaga asing. Mulai dari ide perencanaan, operasional, hingga pembiayaan semua dilakukan oleh sumber daya dalam negeri.

Daya listrik yang dihasilkan oleh PLTA Poso II dibatasi oleh Excecutive Commited Energy (ECE) sesuai yang tercantum dalam PPA (Power Purchase Agreement) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) seblesar 845.2 Gwh (Giga watt hour) meskipun sebenarnya PLTA Poso II mampu berproduksi lebih besar dari angka itu. Untuk rencana produksi listrik bulanan, dibuat dan disepakati setiap akhir tahun antara PT Poso Energy dengan Unit Pengatur Beban (UPB) PT PLN (Persero) Wilayah Sulselbar.

Sumber : ANTARA

Tag : plta poso
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top