Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AirNav Siapkan Rp2,27 Triliun Peremajaan Radar & Tower

AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia menyediakan Rp2,27 triliun untuk pengadaan serta peremajaan radar dan membangun tower.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 Juni 2016  |  14:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia menyediakan Rp2,27 triliun untuk pengadaan serta peremajaan radar dan membangun tower.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Lukman F Laisa menyatakan AirNav menyiapkan dana tersebut untuk pengembangan infrastruktur seperti pengadaan radar dan pembangunan tower.

"Investasi tahun 2016 ini sebesar 2,27 triliun, untuk pengadaan radar baru dan peremajaan radar lama," kata Lukman, Selasa malam (28/6).

Lukman menerangkan AirNav akan melakukan pengadaan lima radar baru di empat bandar udara yakni; bandara di Padang satu unit.
Empat unit radar lainnya akan dibangun di bandar udara Pekanbaru satu unit, bandar udara Yogyakarta satu unit, dan di bandar udara Soekarno-Hatta Cengkareng dua unit.

Pasalnya empat unit tersebut akan menelan dana sekitar Rp144 miliar.

Peremajaan radar di Padang menelan biaya sekitar Rp23 miliar. Lukman menyebutkan rata-rata anggaran untuk pembangunan radar per unit maksimal Rp40 miliar.

Umumnya peremajaan radar diakui Lukman berlaku setiap 15 tahun sekali. Namun di Indonesia selalu memiliki kasus yang berbeda, kata Lukman. Contohnya saja dua radar di Bandara Soekarno-Hatta mampu bertahan selama 35 tahun.

Lukman menuturkan, pengembangan fasilitas navigasi lain adalah percepatan pembangunan tower terutama pada bandara-bandara baru seperti Bandara Kertajati, Bandara Saumlaki, Bandara Bawean, Bandara Dekai, Bandara Letung, Bandara Tebelian Sintang, Bandara Miangas, Bandara Muarataweh, Bandara Tambelan, Bandara Tanjung Api di Tojo Una-una.

Lokasi lainnya adalah peremajaan tower, di Indonesia bagian Timur akan dilakukan di Denpasar, Balikpapan, dan Banjarmasin. Sementara di Indonesia bagian Barat dilakakukan di Pontianak, Tanjung Pinang, dan Pangkalpinang.

"Fasilitas itu meliputi instrumen landing, komunikasi, ATS Automation, Tower sebanyak 17 unit, genset, dan sebagainya," terang Lukman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

radar AirNav
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top