Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petrokimia Gresik: Stok Pupuk Aman

Stok pupuk untuk musim tanam kedua pada tahun ini dinyatakan PT Petrokimia Gresik tersedia untuk lebih dari dua bulan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 21 Juni 2016  |  16:03 WIB

Bisnis.com, SURABAYA--Stok pupuk untuk musim tanam kedua pada tahun ini dinyatakan PT Petrokimia Gresik tersedia untuk lebih dari dua bulan.

Direktur Produksi PT Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya mengatakan di lapangan stok pupuk sudah mencapai lini empat sehingga bisa dikatakan semua dalam kondisi terkendali alias aman. Stok yang tersedia sekarang mencapai 400% dari ketentuan.

"Karena musim hujan mundur terus jadi stok kami mundur juga. Mudah-mudahan kali ini bisa terserap seluruhnya," ucap dia, di Surabaya, belum lama ini.

Dalam ketentuan yang berlaku, stok pupuk wajib mencapai level minimal dua pekan. Adapun yang dimiliki Petrokimi Gresik atau PG sebesar 400% maka stok melebihi dua bulan. Secara volume hampir menyentuh 500.000 ton di seluruh wilayah jangkauan PG.

Kendatipun cuaca belum beranjak dari kemarau basah, tetapi PG meyakini penyerapan di lapangan akan berjalan lancar.

Adapun alokasi produksi untuk pupuk NPK Phonska pada tahun lalu 2,6 juta dan tahun ini dinyatakan tidak jauh berbeda.

"Musim hujan tidak mengganggu karena dari awal sudah kita siapkan untuk musim tanam yang kedua ini. Produksi fleksibel, bisa menyesuaikan, tidak harus selalu 100%," ucapnya.

Sampai dengan Mei produksi NPK Phonska sudah mencapai kisaran 40% dari target 2,2 juta ton. Sebelumnya disampaikan total stok yang dimiliki Petrokimia Gresik sejak Januari sampai 8 April tahun ini mencapai 996.645 ton secara nasional.

I Ketut Rusanaya menjelaskan khusus untuk Provinsi Jawa Timur stok yang ada sampai dengan 8 April tahun ini sebesar 288.369 ton. Stok terbanyak adalah NPK mencapai 106.461 ton diikuti ZA 71.943 ton, Urea 43.888 ton, organik 41.261 ton, dan pupuk SP-36 24.816 ton.

Namun khusus untuk pupuk urea daerah yang tercakup hanya Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Magetan, Ngawi, Madiun, Kota Madium, Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Guna memenuhi kebutuhan di lapangan, Petrokimia Gresik mengklaim siap mengoperasikan pabrik hingga mencapai utilisasi penuh bahkan lebih. Sebagai contoh pabrik pupuk urea utilisasinya mencapai 100% bahkan pabrik pupuk NPK lebih dari itu.

“Kami memang bisa operasikan lebih dari 100% utilisasi. Rerata pabrik kami beroperasi 100%,” ujar I Ketut.

Adapun untuk penugasan penyaluran pupuk sampai dengan 7 April 2016 di Jawa Timur ada 699.476 ton. Jumlah ini terdiri dari urea 104.803 ton, ZA 154.650 ton, SP-36 71.680 ton, NPK 232.223, dan organik 136.120 ton.

Sementara realisasi penyaluran di lapangan tercatat 74% dari total target setara dengan 520.267 ton. Angka ini kumulatif dari distribusi urea 66.241 ton, ZA 132.039 ton, SP-36 54.790 ton, NPK 171.094 ton, dan organik 96.103 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk petrokimia gresik
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top