Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MANAJEMEN LION AIR: Petisi Desak Pemerintah Audit Investigatif Terus Bertambah

Sedikitnya 26.817 orang menandatangani petisi daring agar pemerintah melakukan audit investigatif terhadap manajemen Lion Air terkait dengan buruknya pelayanan maskapai tersebut.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 10 Juni 2016  |  10:43 WIB
Lion Air - Antara
Lion Air - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Sedikitnya 26.817 orang menandatangani petisi daring agar pemerintah melakukan audit investigatif terhadap manajemen Lion Air terkait dengan buruknya pelayanan maskapai tersebut.
 
Pada jam 10.00, terdapat 26.817 pendukung yang menandatangani petisi daring tersebut. Diperlukan 8.183 pendukung lainnya agar mencapai 35.000 pendukung.
 
Petisi itu digagas oleh Taufk, penumpang Wings Air dari Rote Ndao-Kupang dengan nomor penerbangan IW 1936 pada 8 Juni lalu. Ketika memasuki pesawat. dia menuturkan,  dirinya melihat kopilot berada di bawah dan menginstruksikan kepada petugas layanan di darat agar penumpang tidak memasuki pesawat sekaligus namun tiap lima orang. 
 
"Saya juga mendengar jika tidak dilaksanakan pesawat bisa terguling. selama saya naik pesawat ATR baru kali ini proses boarding dilakukan tiap lima orang," kata Taufiq dalam petisi yang dikutip Bisnis.com, Jumat (10/6/2016).
 
Dia memaparkan akhirnya semua penumpang duduk, namun sekitar 20 menit kemudian, pesawat tidak kunjung bergerak.  Petugas layanan di darat mengumumkan, tanpa pengeras suara, bahwa pesawat kelebihan muatan dan meminta kerelaan tiga orang penumpang untuk tidak ikut terbang guna mengurangi beban. 
 
Akhirnya, sambungnya,  ada tiga orang penumpang yang rela untuk tidak terbang. Anehnya, pramugari mengatakan bahwa ketiga penumpang tersebut untuk kembali duduk dan pesawat segera lepas landas.
 
Taufiq menyatakan sekitar jam 17.10 WITA pesawat mendarat dengan selamat di bandara El Tari, Kupang. "Keanehan kedua terjadi saat mobil yang biasanya digunakan untuk mengambil bagasi di pesawat untuk kemudian diantar ke belt conveyor tidak membawa satu pun tas, koper, dus," paparnya.
 
Taufik menuturkan dirinya terkejut ketika petugas tersebut mengatakan bahwa semua bagasi penumpang diturunkan di Bandara Rote Ndao untuk mengurangi beban sehingga pesawat bisa terbang ke Kupang. Dia menegaskan para penumpang diminta untuk menunjukkan boarding pass, label bagasi dan KTP untuk kemudian dicatat datanya. Penumpang diminta untuk mengambil bagasi di Bandara El Tari pada tanggal 9 Juni 2016 jam 16.30 WITA.
 
Dia menuturkan kejadian itu menunjukkan manajemen Lion Air bisa melakukan sesuka hatinya tanpa peduli penumpang. "Dukung saya agar pemerintah melakukan audit investigasi kepada Lion Air Grup, tidak terbatas hanya manajemen ground handling tetapi hingga manajemen keselamatan penumpang," tegasnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top