Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTPN XI "Pede" Bisa Raup Lebih Banyak Laba Tahun Ini

Dewan komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI merasa percaya diri perseroan mampu mengukir prestasi lebih baik dengan menraup laba yang lebih banyak pada 2016.
Kebun tebu milik PTPN/Ilustrasi
Kebun tebu milik PTPN/Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA - Dewan komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI merasa percaya diri perseroan mampu mengukir prestasi lebih baik dengan menraup laba yang lebih banyak pada 2016.

Komisaris PTPN XI Winachyu mengatakan perolehan laba yang lebih tinggi bisa dicapai asalkan jajaran direksi perusahaan bertekad mempertahankan dan mau belajar dari masa lalu. Periode selama PTPN XI menanggung kerugian dalam bisnisnya, imbuh dia, anggap saja masa pembelajaran.

“Anggaplah tahun-tahun yang lalu itu sekolahan, ada jeleknya, ada buruknya,” tuturnya kepada Bisnis ditemui di kantornya, belum lama ini.

Demi mencapai kinerja yang lebih baik, jajaran komisaris berjanji akan mengawasi dengan seksama. Di antara komisaris, direksi, dan karyawan harus menjalin kerja sama yang solid. Menurut Winachyu, tidak cukup hanya kerja sama melainkan pula wajib bekerja bersama-sama.

Melalui kerja sama yang solid, etos kerja yang baik selayaknya bisa selalu diterapkan. Yang mendasar dari sinergi internal perusahaan adalah rasa memiliki seluruh lapiran karyawan sampai ke komisaris terhadap perusahaan.

“Manajemen harus bersedia dikoreksi, harus mau membaca dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diamanatkan,” ucap Winachyu.

Selain faktor internal, eksternal juga berperan penting. Dalam hal ini yang dimaksud adalah dukungan pemerintah berupa keberpihakan melalui regulasi dan sokongan materil. Seberapapun hebat jajaran direksi menahkodai PTPN XI takkan berarti banyak tanpa bantuan pemerintah.

Perseroan terus mengharapkan pemerintah menelurkan regulasi yang berpihak kepada bisnis perseroan. Pasalnya, banyak permasalahan yang tetap menantang untuk dihadapi pada tahun ini. Sebut saja persaingan di era MEA dan ancaman gula impor ilegal.

“Kalau ini tidak ditangani dengan baik kami juga bisa-bisa gulung tikar,” tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dini Hariyanti

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper