Kebutuhan Rumah Tinggi, Program FLPP di Sumut Melejit

Pengembang lokal mencatatkan program FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) kian agresif menggenjot penjualan rumah di Sumatra Utara, mengingat tingginya kebutuhan rumah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 20 Mei 2016  |  23:27 WIB
Kebutuhan Rumah Tinggi, Program FLPP di Sumut Melejit
Foto ilustrasi perumahan. - Bisnis Rahman

Bisnis.com, MEDAN - Pengembang lokal mencatatkan program FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) kian agresif menggenjot penjualan rumah di Sumatra Utara, mengingat tingginya kebutuhan rumah.

SVP Marketing Pangripta Group Haris Setiawan mengungkapkan penjualan rumah tipe 36 meningkat drastis pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, uang muka dan bunga kredit untuk calon pembeli terbilang tinggi.

Haris menilai semakin rendah uang muka untuk masyarakat berpenghasilan rendah, maka kemampuan membeli semakin tinggi. Menurutnya, uang muka sekitar 10%-20% tergolong menyulitkan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Penjualan tahun ini melejit sampai 900% untuk tipe 36 berbeda sekali dengan tahun lalu. Namun, tipe menengah masih sepi," ungkapnya di Medan, Jumat (20/5/2016).

Pihaknya telah membagi dalam beberapa klaster, yakni griya untuk tipe 36, rumah toko (ruko), perumahan merah, apartement dan vila. Sampai saat ini peminat rumah menengah ke atas cukup banyak, akan tetapi karena ada peraturan terkait pajak, sehingga eksekusi hampir tidak ada.

Untuk tipe 36, Griya Tiara I telah dibangun sebanyak 643 unit rumah, Griya Tiara II sebanyak 1.000 unit dan Griya Tiara III sebanyak 750 unit rumah. Dia mengungkapkan pembangunan griya tersebut dilakukan di Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Di Kota Medan, Pangripta Group menargetkan pembangunan 6.000 unit pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah dengan tipe 36. SVP Marketing Pangripta Group Haris Setiawan mengatakan akan ada 3.000 unit rumah yang dibangun di kota baru, Medan Hills yakni di Tanjung Anom.

Haris menjelaskan harga tipe 36/84 dijual senilai Rp116 juta (subsidi) per unit dan diberikan harga khusus selama pameran yakni Rp111 juta per unit. Adapun angsuran harga bila KPR 10 tahun, 12 tahun, 15 tahun dan 20 tahun masing-masing senilai Rp1,18 juta, Rp1,03 juta, Rp883.200 dan Rp735.600.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut Umar Husin, sebelumnya, menyebutkan, 65% dari anggotanya fokus menggarap potensi program sejuta rumah.

Titik utama pembangunan program pemerintah pusat tersebut yakni Tanjung Morawa, Batang Kuis, dan Sei Mencirim. Selain Deli Serdang, daerah lainnya yakni Rantau Parapat, Asahan, Batubara, Nias, dan Pakpak Barat.

Pada tahun ini REI Sumut menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 10.000 hingga 12.000 unit. Umar mengungkapkan pembangunan akan dilakukan merata di Sumut untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpr-flpp

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top