Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SAWIT BERKELANJUTAN: 1.500 Pekebun Kecil Disurvei

Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCC UI) akan melakukan survei terhadap 1.500 pekebun sawit skala kecil pada tiga provinsi penghasil sawit dalam rangka mengetahui dampak perkebunan berkelanjutan
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  10:53 WIB
SAWIT BERKELANJUTAN: 1.500 Pekebun Kecil Disurvei
Buah kelapa sawit - Antara
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA --  Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCC UI) akan melakukan survei terhadap 1.500 pekebun sawit skala kecil pada tiga provinsi penghasil sawit dalam rangka mengetahui dampak perkebunan berkelanjutan.
 
Sonny Mumbunan, Penanggung Jawab Studi RCCC UI, menturkan pihaknya akan melakukan studi untuk mengetahui dampak penerapakn praktik perkebunan sawit berkelanjutan. Tiga provinsi itu adalah Riau, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
 
"Dan hasil studi keseluruhan yang melibatkan lebih dari 1.500 pekebun skala kecil diharapkan akan dapat diumumkan bulan September 2016," kata Sonny dalam rilisnya, Rabu (18/5/2016).
 
Dia memaparkan pekebun kecil kelapa sawit mengelola sekitar 42% wilayah perkebunan Indonesia, adalah salah satu pelaku penting untuk mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Menurut Sonny, ada banyak tantangan yang dihadapi pekebun kecil, termasuk ketidakpastian status lahan, kurangnya akses  pendanaan, atau soal  bibit, pupuk dan pengetahuan budidaya. 
 
"Padahal, praktik perkebunan terbaik dan berkelanjutan sangat berpotensi meningkatkan hasil panen pekebun kecil secara signifikan dalam jangka panjang tanpa perlu memperluas lahan," tegasnya.
  
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top