Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua PLTD Mati, Pemadaman Terjadi di Nias

Dua pembangkit listrik tenaga diesel yang berhenti beroperasi menyebabkan pemadaman listrik di Nias, Minggu (3/4/2016).
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 03 April 2016  |  23:15 WIB
Dua pembangkit listrik tenaga diesel yang berhenti beroperasi menyebabkan pemadaman listrik di Nias - ilustrasi
Dua pembangkit listrik tenaga diesel yang berhenti beroperasi menyebabkan pemadaman listrik di Nias - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Dua pembangkit listrik tenaga diesel yang berhenti beroperasi menyebabkan pemadaman listrik di Nias, Minggu (3/4/2016).

PT Perusahan Listrik Negara (Persero) menjelaskan telah terjadi pengentian operasi pada PLTD yang terletak di Moawo dengan kapasitas 10 MW dan Idanoi 10 MW.

Saat ini PLN tengah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi pemadaman yang berlangsung di antaranya mengirimkan genset-genset yang ada di seluruh Wilayah Sumut serta melakukan peminjaman genset dari Wilayah Sumatera Barat.

Rencana genset yang dikirim ke Nias adalah 17 genset dengan total kapasitas 1,25 MVA. Genset tersebut diambil dari seluruh Area di Wilayah Sumut di antaranya dari Sibolga 6x50 kVa, Binjai 3x100 kVA, Pematang Siantar 1x100 kVA, Padang Sidimpuan 2x100 kVA + 50 kVA, Medan 1x100 kVA, Lubuk Pakam 1x100 kVA, Rantau Prapat 1x100 kVA.

Saat ini pengiriman genset gelombang I sebanyak 10 genset dengan dengan total kapasitas 650 kVA telah tiba di Nias. Pengiriman genset gelombang II sebanyak 7 genset dengan total kapasitas 600 kVA rencananya akan dikirim hari ini.

Atas pemadaman yang terjadi PLN meminta maaf dan meminta dukungan warga agar segera bisa mengatasi permasalahan yang ada.

"Kami mohon maaf atas pemadaman yang terjadi dan memohon kepada semua pihak agar turut mendukung PLN Wilayah Sumut untuk dapat segera mengatasi krisis listrik yang terjadi.saat ini tim kami tengah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi kekurangan pasokan ini" ujar Manajer Senior Public Relations Agung Murdifi, Minggu (3/4/2016).

Saat ini Nias mengalami krisis listrik sebanyak 74,07% atau sebesar 20 MW dari total beban puncak sebesar 24 MW.

Sebelumnya PLN telah melakukan pertemuan dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Plus dan pemilik PLTD sewa dan disepakati perpanjangan sewa selama 1 tahun. Namun pada Jumat (1/4/2016) malam, pukul 22.21 WIB pemilik PLTD sewa memberhentikan operasi mesin tersebut.

PLN Wilayah Sumatera Utara Juga telah melakukan audiensi ke Kantor Gubernur Sumatera Utara. Dalam audiensi tersebut GM PLN Wilayah Sumut melaporkan permasalahan yang terjadi di Nias kepada PLT Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan meminta dukungan terhadap usaha yang dilakukan PLN Wilayah Sumut. Pada saat yang sama, di Nias (2/4/2016) juga diadakan pertemuan kembali dengan segenap tokoh Muspida Plus, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltd pemadaman listrik
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top