Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OECD: Perbarui Aturan Perlindungan Konsumen

Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) merekomendasikan pemerintah di berbagai negara untuk memutakhirkan hukum perlindungan konsumen untuk merespons risiko dari transaksi dan perdagangan daring atau online.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 03 April 2016  |  14:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) merekomendasikan pemerintah di berbagai negara untuk memutakhirkan hukum perlindungan konsumen untuk merespons risiko dari transaksi dan perdagangan daring atau online.
 
OECD mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan yang sama ketatnya dengan perlindungan terhadap aktivitas transaksi perdagangan daring.

“Dibutuhkan kerja sama pemerintah dengan pelaku bisnis dan konsumen untuk menentukan perubahan hukum yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap transaksi perdagangan daring,” demikian seperti dilansir dari situs resmi OECD, Minggu (3/4).
 
Perubahan hukum juga harus mencakup aplikasi daring dan berbagai layanan gratis yang ditawarkan untuk memperoleh akses data pribadi terhadap para pengguna.

Seiring dengan meningkatnya transaksi di sektor ini, kekhawatiran terkait proteksi terhadap konsumen secara menyeluruh masih menjadi catatan khusus.
 
Data OECD menunjukkan sekitar 75% konsumen di negara anggota organisasi tersebut mengakses internet setiap hari.

Namun, berdasarkan kajian OECD baru-baru ini, selama 2014 hanya satu dari dua konsumen yang membeli secara online.

Kekhawatiran terkait kemanan dan privasi menjadi salah satu alasan utama yang membuat konsumen enggan membeli secara online.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan konsumen oecd
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top