Indeks Benih Dunia, East-West Peringkat Pertama

East-West Seed meraih peringkat pertama access to seed index (indeks akses benih) untuk dua dari tiga kategori yang dipulikasikan pertama kalinya oleh Access to Seeds Index Foundation, organisasi independen yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Pemerintah Belanda.
newswire | 02 Maret 2016 15:52 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - East-West Seed meraih peringkat pertama access to seed index (indeks akses benih) untuk dua dari tiga kategori yang dipulikasikan pertama kalinya oleh Access to Seeds Index Foundation, organisasi independen yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Pemerintah Belanda.

Indeks ini untuk mengukur dan membandingkan upaya perusahaan benih dalam meningkatkan produktivitas petani skala kecil.

Indeks ini bertujuan meningkatkan akses petani terhadap teknologi pertanian modern, varietas tanaman pangan yang lebih produktif dengan mendekatkan jarak antara perusahaan benih dan para kecil.

"Kami menyadari bahwa petani kecil mewakili peluang yang belum dimanfaatkan untuk memenuhi tantangan keamanan pangan global. Memberikan mereka akses ke benih berkualitas membuka potensi mereka untuk menghasilkan lebih banyak makanan untuk populasi dunia yang semakin meningkat," kata Direktur Eksekutif dari Access to Seeds Foundation, Ido Verhagen.

East-West Seed memimpin di dua dari dari kategori indeks, yakni Indeks Global untuk Perusahaan Benih Sayuran dan Indeks Regional untuk Afrika Timur.

Indeks komitmen  East-West Seed bagi petani kecil, yang merupakan hal nyata dalam  semua aspek bisnisnya termasuk pengemasan, distribusi, layanan pelanggan, penelitian dan pengembangan, transfer pengetahuan dan inovasi.

Menurut laporan tersebut, East-West Seed dianggap berhasil memprioritaskan kebutuhan petani kecil dalam mengembangkan tanaman baik skala lokal maupun global.

CEO East-West Seed Bert van der Feltz menyatakan terimakasih kasih kepada Access to Seed Index Foundation yang mengutamakan petani kecil. Index merupakan barometer penting dari pengaruh industri benih pada petani kecil. Mereka adalah pendorong bisnis kami sejak East-West Seed didirikan pada tahun 1982.

"Hal ini penting untuk membantu petani kecil karena mereka adalah kunci untuk meningkatkan akses dunia pada makanan bergizi, dan mereka juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Saat melakukan ini kita mencapai beberapa tujuan sekaligus, yakni pendapatan petani meningkat, konsumen memiliki akses ke sayuran berkualitas tinggi, dan kami membangun bisnis benih yang menarik dan menguntungkan," ujar Bert dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, sebagai perusahaan yang berusaha meningkatkan pendapatan dan mata pencarian petani, telah melakukan pendekatan yakni berupa, pemuliaan lokal untuk memenuhi permintaan lokal, dan menghasilkan lebih dari 800 varietas dari 37 tanaman sayuran.

Selain itu, sambungnya, penyediaan penyuluh lokal yang melatih petani teknik menanam di Filipina, Thailand, Myanmar, India, Kamboja, Vietnam, Indonesia, Tanzania, dan di beberapa negara Afrika Barat.

East-West juga menyediakan kemasan kecil benih (sekitar  US$1 per kemasan) yang cocok dan terjangkau bagi petani kecil dengan lahan kurang dari dua hektare, ini mewakili 85 persen kepemilikan lahan pertanian di dunia.  

Bill Gates, saat berbicara dalam sebuah forum tentang inovasi menekankan  pentingnya pertanian dalam mencapai kemakmuran global. Lebih dari 70% orang miskin di dunia adalah petani.

Mereka memiliki tanah yang kecil, sangat sedikit informasi, benih yang kurang berkualitas, tidak banyak pengakuan, dan bertahan apa adanya. Perubahan cuaca di masa yang akan datang akan menjadi lebih berat bagi mereka.

Sejumlah negara yang telah makmur meningkatkan produktivitas pertanian mereka dengan cukup dramatis.

Pada 2050 diperkirakan dunia membutuhkan 70% lebih banyak makanan untuk memberi makan sembilan miliar populasi, dengan kondisi di mana hanya sedikit air dan tanah yang tersedia.

Satu-satunya cara untuk mencapai hal ini adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian, lebih banyak panen dari lahan dan sumber daya yang sedikit, dan cara yang lebih ramah lingkungan dalam memproduksi makanan.

Tag : hortikultura
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top