Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Yakin Swasta Tertarik Garap Tol Laut

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tengah melakukan evaluasi persiapan tol laut bersama GIZ Jerman sampai 2017 guna menarik swasta untuk terlibat pembangunan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 Februari 2016  |  19:11 WIB
Lautan Indonesia - Ilustrasi
Lautan Indonesia - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tengah melakukan evaluasi persiapan tol laut bersama GIZ Jerman sampai 2017 guna menarik swasta untuk terlibat pembangunan.

Direktur Transportasi Kementerian Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihartono menyatakan pihak swasta pasti akan tertarik mengelola tol laut jika arus bisnis antardaerah di pelabuhan tujuan sudah hidup.

Bambang pun mengkaji sebagai permulaan operasi tol laut perlu ada subsidi untuk Badan Usaha Pelayaran Milik Negara yakni PT Pelni Persero sebagai operator dalam menjalankan pelayanan tol laut.

Hal itu juga sudah diakomodir melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. 1L.108/6/2/DJPL-15 tentang mekanisme subsidi dengan public service obligation (PSO) tol laut.

Pemerintah berfungsi untuk membangun pelayaran dan transportasi, sehingga kegiatan bisnis di daerah bangkit. Kalaupun kapal berangkat dan pulang barangnya kosong atau tak terlalu banyak, kapal bisa tetap beroperasi lalu industri tumbuh, jika swasta mau jalan di tempat itu kami yang pindah, subsidi ke rute baru dan bangun lagi," jelas Bambang, Jumat (26/2/2016).

Bambang menyatakan pemerintah akan hadir untuk mempercepat pembangunan secara nasional. Dia pun optimistis pihak swasta pasti akan ikut serta mengembangan tol laut. Salah satu investor swasta yang Bambang sudah tertarik ikut mengembangkan tol laut adalah Lippo Group.

"Maka itu saya yakin swasta akan bergairah, karena awalnya sudah dimulai dengan subsidi pemerintah, mereka jadi tertarik," terangnya.

Kini Bappenas mengevaluasi 24 pelabuhan strategis sebagai tol laut. Bambang menuturkan Bappenas merumuskan beberapa evaluasi guna menunjang efektivitas tol laut yakni; pemenuhan armada pelayaran rakyat, pelayaran jarak dekat atau antarpulau atau short sea shipping, peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Inflasi kita agak besar, maka kita harus tingkatkan sumber daya manusianya, kalau SDM kita bertahan investasi juga bertahan, selama ini banyak proyek infrastruktur yang gagal akibat buruknya SDM," tutur Bambang.

Dari sejumlah catatan tersebut, Bambang menyebut bahwa Bappenas masih meninjau 24 pelabuhan eksisting yang dikelola oleh Pelni untuk menjadi pelabuhan tol laut. Bappenas juga sudah melakukan peninjauan langsung salah satunya ke Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, sebagai arena pelabuhan tol laut yang diproyeksikan menjadi pelayaran hub internasional di bagian Indonesia Timur.

Tak hanya itu, evaluasi lainnya yang disebut Bambang masih dikerjakan adalah tentang dwelling time, dan waiting time. Bappenas ingin mengontrol dwelling time secara nasional cukup tiga hari. Sementara waiting time pun juga akan diperbaiki agar tak memberi dampak kepada dwelling time.

"Dua hal ini masih kami cari formulasinya karena dwelling time jangankan di Tanjung Priok, di Indonesia bagian timur bisa lebih dari delapan hari," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top