Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei BI: Properti Komersial Melambat di Kuartal IV/2015

Survei Bank Indonesia menunjukkan, harga properti komersial sepanjang kuartal IV/2015 masih tumbuh melambat secara kuartalan, ditengarai akibat masih lemahnya permintaan terhadap hunian properti komersial.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 20 Februari 2016  |  12:50 WIB
Survei BI: Properti Komersial Melambat di Kuartal IV/2015
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Survei Bank Indonesia menunjukkan, harga properti komersial sepanjang kuartal IV/2015 masih tumbuh melambat secara kuartalan, ditengarai akibat masih lemahnya permintaan terhadap hunian properti komersial.

Indeks harga properti komersial pada kuartal IV/2015 secara triwulanan hanya meningkat 0,43%, lebih rendah dibandingkan kenaikan di kuartal sebelumnya yang sebesar 0,64%. Perlambatan terjadi pada segmen perkantoran 0,1%, ritel 0,43%, dan warehouse complex 0,68%.

Sementara itu, segmen hotel dan apartemen mengalami penurunan masing-masing sebesar -2,76% dan -0,43%. Kontraksi pada segmen hotel terjadi di semua wilayah, sejalan dengan ketatnya persaingan. Sementara itu, tekanan di segmen apartemen terjadi terutama di Jabodetabek, sejalan dengan melemahnya permintaan akibat perekonomian yang melambat.

“Kenaikan harga hanya terjadi di segmen convention hall dan lahan industri, masing-masing sebesar 8,09% dan 0,62% secara triwulanan,” tulis riset bank sentral yang dikutip Sabtu (20/2/2016).

Kenaikan harga lahan industri terutama terjadi di wilayah Banten yang mencapai 5,54%, terutama disebabkan oleh beroperasinya kawasan industri baru, yakni Griya Idola Industrial Park (GIIP). Harga jual GIIP sangat tinggi karena memiliki aksesibilitas yang jauh lebih baik dibandingkan kawasan industri lainnya.

Sementara itu, pertumbuhan harga pada segmen convention hall terutama terjadi di Jakarta sejalan dengan tingginya kegiatan pameran.

Kenaikan harga yang melambat terjadi seiring pula dengan meningkatnya pasokan di tengah lemahnya permintaan. Indeks pasokan properti komersial secara kuartalan pada kuartal IV/2015 menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 0,45% menjadi 0,88%.

Pertambahan terjadi pada hampir semua segmen properti, kecuali convention center yang justru turun -1,40%, sejalan tidak beroperasinya Golf Wedding Hall di wilayah Jakarta. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen apartemen sebesar 5,48%.

Sementara itu, Indeks permintaan terhadap properti komersial di kuartal IV/2015 hanya tumbuh 0,54% dalam tiga bulan, lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,17%.

Tekanan permintaan terjadi terutama di segmen hotel dari 22,78% menjadi 6,49%, sejalan dengan berakhirnya peak season yang terjadi di kurtal III/2015. Penurunan permintaan hanya terjadi di segmen ritel, dari 0,24% menjadi -0,37% secara kuartalan. Penurunan disebabkan oleh perlambatan kegiatan usaha.

Meski peningkatan harga properti komersial masih menunjukkan perlambatan akhir tahun lalu, kalangan pelaku usaha cukup yakin pelemahan sudah menyentuh titik terendah tahun lalu. Upaya pemerintah memperbaiki perekonomian nasional akan punya pengaruh signifikan bagi peningkatan harga tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti survei bi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top