Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Architecture UI Fair 2016: Menjawab Kebutuhan Publik

Peranan penting seorang arsitek direpresentasikan dalam pameran Architecture UI Fair 2016 yang diselenggarakan oleh Departemen Aritektur Universitas Indonesia bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 07 Februari 2016  |  16:46 WIB
Architecture UI Fair 2016: Menjawab Kebutuhan Publik
Arsitektur tidak hanya dinilai dengan wujud fisiknya semata.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peranan penting seorang arsitek direpresentasikan dalam pameran Architecture UI Fair 2016 yang diselenggarakan oleh Departemen Aritektur Universitas Indonesia bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada kesempatan kali ini, pameran  yang menghadirkan 177 buah tangan mahasiswa S1, S2 dan program profesi Departemen Arsitektur UI tersebut difokuskan untuk mengupas bagaimana peran arsitek dalam membuat bangunan yang berguna bagi keadaan sosial di masyarakat.

Pameran yang mengusung tema The World without US ini menggarisbawahi betapa pentingnya bersikap responsif terhadap konteks arsitektur, dari segi sumber daya dan kebutuhan manusia dibanding hal lainnya.

Sejumlah karya yang dipamerkan merefleksikan bagaimana upaya kritis dan kreatif dalam merespon sebuah konteks. Hal tersebut dilakukan melalui pendekatan merancang yang beragam untuk menghasilkan karya arsitektur yang bermakna.

Kurator pameran Prof. Yandi Andri Yatmo mengatakan, pameran tersebut merupakan wadah untuk berekspresi bagi para mahasiswa jurusan aritektur Universitas Indonesia untuk menyebarkan pemahaman mengenai desain arsitektur yang berguna kepada masyarakat.

“Pameran ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian dari acara perayaan 50 tahun Arsitektur Universitas Indonesia.

Afair UI UI 2016 menjadi sebuah medium ekspresi bagi mahasiswa Arsitektur UI untuk menunjukkan eksistensi dan karyanya sekaligus menyampaikan pandangan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Yandi yang juga sebagai Kepala Departemen Arsitektur Universitas Indonesia.

Selain itu, pada pameran kesempatan kali ini, pihaknya ingin menjelaskan peran penting seorang arsitek dalam menyatukan kebutuhan manusia dengan sumber saya yang terbatas.

Menurutnya, seorang arsitek harus memikirkan segi fungsi dalam mendesain suatu karya arsitektur bagi masyarakat. Fungsi dinilai menjadi sesuatu yang lebih penting.

“Mahasiswa Departemen Arsitektur UI berupaya untuk menyampaikan peran penting arsitek untuk mengharmonisakan kebutuhan manusia dan sumber daya yang terbatas. Pameran ini digelar untuk mengajak seluruh masyarakat agar dapat memahami pentingnya menjalin kehidupan yang berkelanjutan (sustainable).

Dalam pameran ini, Yandi mengatakan, adanya sebuah pernyataan kritis. Dalam membangun ruang hidup, seorang arsitek harus mendalami proses berpikirnya dalam mendesain dan memahami konteks, sehingga mampu menggagas sebuah arsitektur yang kontekstual.

Dengan demikian, menurutnya, sang arsitek tidak hanya memperhatikan bentuk fisik dari bangunan itu sendiri melainkan sebuah fungsi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal tersebut dianggap menjadi sesuatu yang lebih penting jika dibandingkan dengan acuan model arsitektur semata.

“Arsitektur tidak hanya dinilai dengan wujud fisiknya semata. Namun, arsitektur juga dinilai keberadaannya yang dapat menjawab sebuah konteks dengan cara yang kontekstual. Hal tersebut dapat  menjadikan sebuah arsitektur yang lebih indah dan bermakna dengan sendirinya,” jelas Yandi.

Maka daripada itu, melalui pameran ini, pihaknya mengajak masyarakat luas untuk melihat peran arsitek dalam menciptakan arsitektur yang memperhatikan konteks dan diterapkan pada desain arsitekturnya.

“Kami berupaya untuk mengajak masyarakat melihat bagaimana arsitek dapat berperan dalam merespon konteks. Hal tersebut dapat dilakukan melalui proses dan perancangan desain, berawal dari diri manusia, ruang hidup kelompok, hingga untuk masyarakat luas,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arsitektur

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (7/2/2016)

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top