Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Isu & Kekhawatiran Industri Perhotelan 2016

Kebanyakan analis memperkirakan 2016 akan menjadi tahun yang cerah bagi industri perhotelan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Januari 2016  |  16:10 WIB
Ini 5 Isu & Kekhawatiran Industri Perhotelan 2016
Hotel Lotte - lottehotel.com
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA--Kebanyakan analis memperkirakan 2016 akan menjadi tahun yang cerah bagi industri perhotelan. Bahkan di Amerika Serikat rata-rata pendapatan hotel per kamar akan naik 5,7% pada tahun ini.
 
Akan tetapi, analis industri perhotelan yang juga penulis industri pariwisata selama 40 tahun, Ed Walkins mengakui masih melihat setidaknya lima isu yang menjadi kekhawatiran dalm menghadapi bisnis perhotelan pada tahun ini.
 
Pertama adalah ancaman terorisme global yang masih harus dihadapi pada tahun ini. Tentu dampak ancaman itu pada industri pariwisata sangat nyata dan tidak dapat dihindari.
 
Aksi teroris setidaknya terjadi menjelang akhir tahun dan awal tahun ini seperti di Paris, Istanbul dan Jakarta.
 
Ancaman terosirme global masih akan menjadi kendala utama dunia pariwisata pada tahun ini, ujarnya sebagaimana dikutip hotelnewsnow.com, Jumat (15/1/2016).
 
Sedangkan acaman berikutnya adalah persoalan penurunan pertumbuhan ekonomi di China, Eropa, dan Brasil. Persolana ekonomi akan berdampak pada kemampuan orang untuk berwisata, ujarnya.
 
Pemberlakuan pengetatan pemberian visa di internal negara Eropa tidak saja menurunkan pergerakan orang antar negara di kawasan itu, akan tetapi juga terhadap wisatawan luar Eropa yang akan masuk untuk berwisata.
 
Tentu pengetatan visa menjadi penting, akan tetapi hal itu juga berdampak negatif pada industri perjalanan wisata, ujarnya.
 
Isu keempat adalah kebocoran data yang sering dialami sejumlah hotel besar. Hotel terkemuka seperti Hilton Worldwide, Starwood Hotels & Resorts Worldwide, Hyatt Hotels Corporation dan Wyndham Worldwide sejak beberapa tahun belakangan sering mengalami serangan hacker.
 
Para pengganggu jaringan internet itu tidak jarang melakukan pencurian data pribadi pelanggan hotel, tapi juga mengincar data keuangan mereka.
 
Sedangkan isu terakhir yang menjadi kekhawatiran bagi pelaku industri perhotelan adalah kehadiran sistem rumah sewa atau yang dikenal dengan istilah Airbnb.
 
Walkins mengingatkan agar pemerintah bisa mengatur bisnis rumah sewa yang dipasarkan lewat online itu secara tegas agar tidak merugikan insutri perhotelan konvensional.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

okupansi hotel industri perhotelan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top