Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2016, Asita Bali Incar Permintaan Paket Tur Tumbuh 10%

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum - Bisnis.com 12 Januari 2016  |  21:25 WIB

Bisnis.com, DENPASAR - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali menargetkan permintaan paket tur selama 2016 ini meningkat 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ketut Ardana, Ketua Asita Bali, mengatakan asalkan tidak terjadi gangguan keamanan atau bencana alam, permintaan paket tur tahun akan terjadi peningkatan 10% bahkan bisa lebih.

“Kami optimistis mencapai target tersebut dan bisa lebih dengan menjaga kelestarian alam kita, membuat produk-produk yang bagus, dan melakukan promosi yang sesuai dengan pasar yang ingin disasar,” cetusnya, Selasa (12/1/2016).

Dia menambahkan permintaan paket tur pada 2016 ini diperkirakan lebih banyak dari wisatawan asal China. Menurutnya, wisatawan dari China sangat suka melakukan kegiatan water sport, berbelanja, serta menikmati kuliner khas Bali.

“Ditambah lagi sekarang sudah ada penerbangan langsung yang menghubungkan Bali dengan beberapa kota di Tiongkok. Kami yakin wisatawan dari Tiongkok akan meningkat juga,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Asean juga tetap menjadi fokusnya tahun ini karena merupakan market yang mudah didatangkan dan jaraknya pun tidak terlalu jauh. Begitu pula dengan akses penerbangan yang sudah banyak ada penerbangan langsung.

“Semua negara Asean ini sebenarnya punya potensi bagus untuk kami datangkan ke Bali. Saat ini yang sudah mengalir memang Singapura, Malaysia, dan Thailand, sementara untuk market Vietnam, Filipina, dan Myanmar tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya akhir-akhir ini warga negara tersebut mulai doyan melakukan perjalanan wisata ke luar negeri,” paparnya.

Menurutnya, animo orang Vietnam untuk traveling cukup bagus dan sudah banyak ada orang-orang kaya yang menengah keatas.  Begitu pula dengan Myanmar, sehingga dapat membantu mencapai target pemerintah.

“Sekarang ini saatnya semua pihak yang terkait bergerak untuk mempertahankan potensi pasar Asean. Sebab hampir semua negara anggota Asean melakukan kunjungan wisata ke Bali, meskipun jumlah kunjungan untuk negara Kamboja, Laos, dan Brunei Darussalam masih belum menggembirakan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Bali kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok periode Januari 2015 hingga November 2015 mencapai 641.321 orang. Jumlah tersebut meningkat 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 539.371 orang.

Sedangkan kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara dari Asean periode Januari 2015 - November 2015 sebanyak 369.685 orang.

Kunjungan tertinggi datang dari wisatawan Malaysia sebanyak 168.231 orang, sedangkan posisi kedua wisatawan Singapura sebanyak 125.876 orang. Sementara kunjungan terendah yaitu wisman asal Laos hanya 491 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asita
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top