Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasok Minyak Mentah ke Pertamina RU III Terus Menurun

Pertamina Refinery Unit III Plaju mencatat suplai minyak mentah dari area Sumatra Bagian Selatan dan Tengah terus menurun sehingga menyebabkan pasokan untuk kilang Plaju berkurang.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Januari 2016  |  16:45 WIB
Kilang BBM - Ilustrasi
Kilang BBM - Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG-- Pertamina Refinery Unit III Plaju mencatat suplai minyak mentah dari area Sumatra Bagian Selatan dan Tengah terus menurun sehingga menyebabkan pasokan untuk kilang Plaju berkurang.

General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, Mahendrata Sudibja, mengatakan penurunan suplai dari Wilayah itu sudah terjadi sejak 2005 lalu.

"Suplai crude (minyak mentah) lokal dari area Sumbagselteng decline sehingga membuat pasokan minyak mentah ke RU III berkurang," katanya saat papa dan kinerja perusahaan, Kamis(31/12/2015).

Mahendrata melanjutkan pasokan crude yang dikirim melalui pipa itu saat ini hanya sekitar 65% dari total kebutuhan perseroan.

Sementara sisanya dipenuhi dari crude produksi di Pulau Jawa yang dikirim melalui kapal (tanker) ke RU III Plaju.

"Suplai crude via pipa masih dominan dibanding melalui tanker,namun sejak 2005 cenderung turun dari 71%  menjadi 65% pada 2014," katanya.

Menurut dia, penurunan suplai tersebut tidak terlepas dari turunnya produksi minyak mentah di sektor hulu [Pertamina EP].

Adapun bahan baku produksi tersebut didapat RU III dari sumur yang berada di wilayah Sumbagselteng, seperti Jambi yang meliputi a.l lapangan Tempino, Rambah, Kaji dan Prabumulih Pendopo yang berada di Sumsel.

Meski pasokan melalui pipa menunjukkan penurunan, namun kata Mahendra,pihaknya masih mengandalkan suplai dengan penggunaan pipa.

Pasalnya suplai crude dengan tanker masih terkendala masalah alur Sungai Musi yang dangkal.

"Kami sandakan kapal yang bermuatan crude 550.000 barrel di Bangka, mengapa tidak di sini? Karena alur Sungai Musi yang dangkal sehingga hanya mampu membawa 70.000 barrel," paparnya.

Meski demikian, dia mengemukakan, perseroan tetap membutuhkan suplai minyak mentah dari Jawa untuk menjaga efisiensi produksi.

Mahendra menambahkan perseroan memang gencar menekan efisiensi di tengah tantangan masih anjloknya harga minyak dunia.

"Kami harus melakukan efisiensi pada sumber-sumber yang kami olah karena pengeluaran terbesar itu dari crude," katanya.

Menurut dia,pihaknya memprioritaskan kelola crude yang memiliki harga murah sehingga kompetitif.

Saat ini Pertamina Plaju telah mengelola berbagai jenis produk, mulai dari premium, LPG, diesel, avtur, gas, naptha,  solvent, hingga pertamax racing dan polytam.

Adapun realisasi produksi sejumlah produk RU III tercatat telah mencapai target pada 2015, seperti premium sebanyak 7,2 juta barrel atau 100,8% dari target,solar sebanyak 11,32 juta barrel atau 106,6%, dan diesel/ IDO sebanyak 125.760 barrel atau 346%.

Sementara produksi avtur tercatat 244.561 barrel atau tercapai 89% dari target dan pertamax sebanyak 223.204 barrel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina produksi minyak mentah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top