Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Perusahaan Abaikan Wajib Lapor UU Tenaga Kerja

Mayoritas perusahaan di tanah air mengabaikan aturan UU No.7/1981 tentang laporan ketenagakerjaan perusahaan
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 27 Desember 2015  |  18:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Mayoritas perusahaan yang beroperasi di Tanah Air mengabaikan UU No. 7/1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan. Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, hanya ada 229.000 perusahaan yang melaksanakan kewajiban tersebut.

Sementara jumlah perusahaan yang ada di Indonesia mencapai jutaan, yakni sekitar satu juta tercatat di Kementerian Perdagangan dan sekitar 2-3 juta UMKM yang tercatat di Kementerian Koperasi dan UKM.

"Masih sangat banyak, dan masih jauh dari harapan. Kalau soal data pasti jumlah perusahaan susah, setiap sektor ada yang menangani masing-masing," kata Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan Muji Handaya.

Dalam UU No. 7/1981, memang tidak dijelaskan secara rinci persyaratan perusahaan yang dikenakan wajib lapor. Muji menjelaskan, wajib lapor itu hanya berlaku bagi perusahaan yang memiliki jumlah tenaga kerja diatas 10 orang.

Sejauh ini, perusahaan yang telah melakukan wajib lapor hanya sebanyak 229.000 perusahaan. Angka tersebut, imbuh Muji, masih jauh dari data jumlah perusahaan yang ada di Indonesia, yang mencapai 1 juta untuk sektor perdagangan dan 2-3 juta perusahaan UMKM.

Adapun poin yang wajib dilaporkan adalah pendirian, penghentian, serta menjalankan kembali perusahaan, memindahkan atau membubarkan perusahaan, hubungan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, serta kesempatan kerja atau perekrutan pekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top