Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENCEGAHAN KORUPSI: OECD Memperkuat Inisiatif Publik dan Swasta

OECD menyatakan korupsi akan memfasilitasi sejumlah ancaman yang terjadi secara global di antaranya adalah terorisme, perubahan iklim dan pengungsi sehingga diperlukan aksi kolektif untuk memberantasnya
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 10 Desember 2015  |  08:41 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- OECD menyatakan korupsi akan memfasilitasi sejumlah ancaman yang terjadi secara global di antaranya adalah terorisme, perubahan iklim dan pengungsi sehingga diperlukan aksi kolektif untuk memberantasnya.
 
Drago Kos, Ketua Kelompok Kerja Anti Penyuapan OECD, menuturkan Hari Anti Korupsi Internasional memberikan kesempatan semua orang untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan selama tahun lalu dalam memerangi korupsi. Namun, katanya, juga memikirkan apa yang akan dilakukan di masa mendatang.
 
Menurutnya, korupsi memfasilitasi sejumlah ancaman global yang paling penting yakni terorisme, perubahan iklim dan krisis para pengungsi. "Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersama-sama dengan respons kolektif memberantas korupsi," kata Kos dalam rilis yang dikutip Bisnis.com, Kamis (10/12/2015).
 
Dia menuturkan sejumlah acara pada OECD Conference Center pada pekan ini telah melihat pelbagai pemangku kepentingan yang bekerja sama untuk berbagi pengetahuan dan berkolaborasi. OECD menyatakan para praktisi antikorupsi di seluruh dunia bertemu untuk pertama kalinya untuk berbagi praktik-praktik yang baik maupun metode modern serta efektif dalam investagasi. 
 
Selain itu, Kos memaparkan, pihaknya juga bertemu dengan para pemangku kepentingan dari sektor swasta. Mereka tergabung dalam  the Business and Industry Advisory Committee to the OECD (BIAC). 
 
"Ini untuk membahas penguatan inisiatif sektor publik-swasta untuk memerangi korupsi," tutunya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oecd
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top