Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUK IMK: Produksi Logam Dasar di Banten Susut Paling Parah

Kinerja produksi manufaktur skala mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Banten selama triwulan III/2015 turun 1,63% secara year on year.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 04 November 2015  |  10:15 WIB

Bisnis.com, TANGERANG—Kinerja produksi manufaktur skala mikro dan kecil (IMK)  di Provinsi Banten selama triwulan III/2015  turun 1,63% secara year on year.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kinerja produksi industri manufaktur sedang dan besar yang tumbuh 2,40%. Di setor IMK ada tiga bidang usaha yang mendorong terjadinya penurunan produksi, yaitu logam dasar, pengolahan kulit dan alas kaki, serta pakaian jadi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten melansir penurunan produks industri logam dasar 17,64%; industri pengolahan kulit, barang dari kulit, dan alas kaki minus 16,30%; sedangkan industri pakaian jadi 13,71%.

Kepala BPS Banten Syech Suhaimi menyebutkan kendati demikian tetap ada industri yang mengalami pertumbuhan, di antaranya pengolahan minuman serta bahan kimia dan barang dari bahan kimia. “Minuman minus 24,48%, kimia turun 21,39%,” katanya, Rabu (4/11/2015).

Sementara itu dalam kurun waktu triwulanan kondisinya serupa, ada penurunan 1,30% dibandingkan triwulan kedua tahun ini.  Industri pakaian jadi menjadi sektor IMK yang mengalami penyusutan produksi terparah sebesar 6,65%.

Suhaimi menjelaskan sektor yang produksinya tumbuh terutama dialami tiga bidang. Pertama industri minuman meningkatn 29,51%, kedua percetakan dan reproduksi media rekaman 15,44%, serta ketiga industri barang galian nonlogam sebesar 9,52%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri logam dasar
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top