Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mulai Tahun Depan, Commuterline Hilangkan Loket Penjualan Tiket

PT Kereta Api Commuter Jabodetabek akan menghilangkan loket untuk pembelian tiket kereta listrik (KRL) pada tahun depan dan beralih menggunakan mesin pencetak tiket.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 29 Oktober 2015  |  19:25 WIB
Vending machine KRL Commuter Line - skyscrapercity
Vending machine KRL Commuter Line - skyscrapercity

Bisnis.com, JAKARTA—PT Kereta Api Commuter Jabodetabek akan menghilangkan loket untuk pembelian tiket kereta listrik (KRL) pada tahun depan dan beralih menggunakan mesin pencetak tiket.

Direktur Utama PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) mengungkapkan secara berkala pihaknya akan melakukan penghilangan loket di beberapa stasiun lebih dulu. Hal tersebut dimaksud untuk memudahkan penumpang untuk melakukan pembelian tiket tanpa harus mengantri lagi.

“Tahun depan mulai secara bertahap akan kami hilangkan. Ya beberapa stasiun dulu tapi belum tau di mana saja. Nantinya penumpang bisa memasukkan uang ke mesin itu dan akan mengeluarkan tiketnya,” ucapnya, Kamis (29/10/2015).

Fadhil mengungkapkan tidak hanya itu dalam pertumbuhan penumpang yang cukup tinggi targetnya, yang semula mencapai 1,2 juta orang pada 2019 diperkirakan akan tercapai pada 2018. Untuk itu perlu adanya persiapan-persiapan dini untuk memudahkan penumpang yang semakin banyak ini.

“Kalau penumpang sudah mencapai 10 juta orang kami akan melakukan penghilangan tripod gate dimana nanti penumpang langsung melakukan pengetapan tanpa penghalang sedikit pun. Seperti di Jepang tidak ada lagi penghalang di dekat mesin tap-nya kalau penumpang keluar tidak tap kartu maka akan ada alarm yang bunyi,” terangnya.

Dia menambahkan negara Prancis pun penumpangnya masih suka melompati tripod di mana mereka diburu waktu. Ini tentu akan meminimalkan waktu yang dihabiskan penumpang untuk mengantri dulu.

“Selain itu, ada juga penggunaan lain seperti untuk kartu parkir yang tidak terima uang tunai, sehingga PT KAI bisa menyaring orang yang parkir itu adalah orang pengguna KRL bukan yang lain yang menitipkan kendaraan saja,” jelasnya.

Pihaknya juga sedang meningkatkan adanya penambahan mesin EDC agar penumpang dengan mudah melakukan pengisian ulang kartu di seluruh stasiun. Ini tentunya juga menjadi kewajiban perbankan terkait untuk mensosialisasikan bagaimana cara pengisian tersebut.

Berdasarkan data statistik nasional di tahun 2013 dari 26 juta orang yang mobilisasi di Jabodetabek dengan berbagai moda transportasi, KRL hanya 3,54% atau 500rb orang. “Kalau sekarang sudah 820.000 orang berarti cuma 4%,” tutupnya.

 Perlu diketahui, PT KCJ akan menambah perjalanan KRL dari 884 perjalanan menjadi 988 perjalanan. Hal ini tentu disesuaikan dengan pertumbuhan penumpang KRL di Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl jabodetabek
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top