Telur Calon Indukan: Flu Unggas Sempat Ganjal Jual Beli HEPS RI-Myanmar

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (Japfa) sempat kesulitan menembus pasar ekspor Asia Tenggara untuk produk hatching eggs parent stocks (HEPS) atau telur yang akan ditetaskan menjadi indukan ayam.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  14:03 WIB
Telur Calon Indukan: Flu Unggas Sempat Ganjal Jual Beli HEPS RI-Myanmar
Ilustrasi - indiamart.com

Bisnis.com, TANGERANG—PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (Japfa) sempat kesulitan menembus pasar ekspor Asia Tenggara untuk produk hatching eggs parent stocks (HEPS) atau telur yang akan ditetaskan menjadi indukan ayam.

Pasar ekspor yang dimaksud secara khusus adalah Myanmar. Hambatan yang muncul terkait syarat dari Myanmar bahwa impor hanya bisa dilakukan dari negara yang sudah dinyatakan bebas flu unggas.

Head of Marketing Breeding Farm Japfa Harwanto mengatakan Indonesia belum bebas dari avian influenza sehingga negosiasi tidak berlangsung mulus begitu saja. Pada akhirnya Myanmar melonggarkan peraturan tersebut dan menerima kerja sama jual beli dengan Japfa.

“Kami menjawab tantangan tersebut dengan kompartementalisasi secara vertikal di tingkat peternak, hatchery, commercial farm, dan RPA dengan audit monitoring berkala,” ucapnya di sela seremoni ekspor perdana di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (6/10/2015).

Harwanto menyatakan sekarang GP farm dan hatchery Japfa di Tanah Air dinyatakan bebas dari flu unggas oleh pemerintah. Oleh karena itu akhirnya Japfa berhasil menjaring kepercayaan Myanmar sehingga bersedia mengimpor dari Indonesia.

Ekspor parent stocks hatching eggs atau telur yang akan ditetaskan menjadi indukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (Japfa) ditargetkan 348.905 butir. Jumlah ini setara dengan 93.500 ekor parent stocks betina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telur, japfa comfeed, Flu Unggas

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top