Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Wajib Bayar Gaji TKA dengan Rupiah

Kementerian Ketenagakerjaan memberikan peringatan kepada perusahaan untuk menggunakan rupiah dalam pembayaran upah tenaga kerja asing.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 22 September 2015  |  20:50 WIB
Tenaga kerja asing wajib bayaran gaji rupiah. - aniinstrument.com
Tenaga kerja asing wajib bayaran gaji rupiah. - aniinstrument.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan memberikan peringatan kepada perusahaan untuk menggunakan rupiah dalam pembayaran upah tenaga kerja asing.

Peringatan ini diutarakan mengingat sampai saat ini sosialisasi terkait penggunaan rupiah dalam konteks hubungan industrial belum maksimal.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan perusahaan harus menaati seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penggunaan rupiah diatur dalam Peraturan PBI No. 17/3/PBI/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang kewajiban penggunaan uang rupiah di wilayah NKRI.

Aturan soal pembayaran gaji itu menurut Bank Indonesia harus rupiah, perusahaan harus ikut pada aturan yang sudah ditetapkan, tegasnya di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Selama ini, imbuhnya, mayoritas perusahaan pengguna pekerja asing melakukan pembayaran upah dengan mata uang dolar Amerika Serikat. Di tengah kelesuan nilai tukar yang terus berlanjut, maka penggunaan dolar dinilai akan merugikan rupiah.

Dia menambahkan, kendati pembayaran upah menggunakan rupiah namun nilai yang dibayarkan tetap sesuai dengan jumlah atau tarif upah yang disepakati antara perusahaan dan pekerja. Selama berada dan bekerja di Indonesia, semua perusahan harus tunduk pada aturan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah tka
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top