Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Saran Ekonom Untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

Ekonom meminta pemerintah memberikan perhatian khusus dan mendukung ekonomi kreatif sebagai langkah jangka pendek untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tengah mengalami turbulensi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 September 2015  |  20:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom meminta pemerintah memberikan perhatian khusus dan mendukung ekonomi kreatif sebagai langkah jangka pendek untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tengah mengalami turbulensi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan saat ini memang terjadi perlambatan tetapi terdapat infrastrutur di dunia yang berjalan selama 24 jam non-stop.

Infrastruktur dunia yang disebut internet inilah yang termasuk dalam ekonomi kreatif dan dapat mengurangi jumlah pengangguran.

"Mereka yang menganggur, bisa bekerja dengan adanya ekonomi kreatif. Tapi, tidak semuanya seperti itu," ujarnya seusai kuliah umum di FEB UI, Selasa (1/9/2015).

Namun, lanjutnya, tidak semua orang itu terlalu kreatif untuk menjadi seorang entrepreneur sehingga sebagian lainnya berada di sektor swasta dan negeri.

"Akhirnya kita memang harus memacu pertumbuhan karena tidak semuanya itu bakatnya sama. Ini ada keseimbangan yang jadi entrepreneur, public sector dan private sector," ujar Ari.

Dalam jangka panjang, Ari berharap pemerintah dapat memelihara momentum pertumbuhan dengan konsisten menjalankan proyek yang telah tercatat dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pemerintah, lanjutnya, pada kuartal III/2015 ini, dapat melakukan penyerapan belanja anggaran baik wilayah pusat maupun daerah.

Selama dua kuartal pertama ini, ekonomi Indonesia berada di bawah pencapaian akhir tahun 2014.

Ari memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun tidak lebih dari 5%.

"Kita harus bisa menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 5%. Ini memberikan pesan kita dapat menjaga momen pertumbuhan itu lebih baik dari negara lain," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top