Pertamina-Medco Berhasil Selesaikan Proyek LNG Tercepat

PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energy Tbk. melalui Joint Operating Body Pertamina Medco Tomori Sulawesi berhasil mengembangkan menyelesaikan proyek liquified natural gas (LNG) dengan waktu tercepat di dunia.
Lili Sunardi | 02 Agustus 2015 08:14 WIB
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTAPT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energy Tbk. melalui Joint Operating Body Pertamina Medco Tomori Sulawesi berhasil mengembangkan menyelesaikan proyek liquified natural gas (LNG) dengan waktu tercepat di dunia.
 
Eka Satria, Director of Development Medco Energi Internasional, mengatakan pihaknya berhasil menyelesaikan commissioning fasilitas central processing plant dalam 10 hari. Padahal secara umum proyek serupa membutuhkan waktu hingga dua bukan untuk menyelesaikan proses tersebut.
 
Hanya dalam waktu kurang dari 10 hari, kami telah berhasil menyelesaikan commissioning. Padahal proyek kilang lainnya dapat membutuhkan waktu hingga setahun untuk menyelesaikan proses tersebut, katanya di Banggai, Minggu (2/7/2015).
 
Commissioning merupakan proses seteleh proses uji coba setekah konstruksi selesai hingga menghasilkan LNG. Proses tersebut diperlukan untuk mengetahui kelayakan fasilitas tersebut sebelum benar-benar dioperasikan.
 
Herry Wijanto, Senior Plant and Control Project JOB Tomori, mengatakan fasilitas tersebut akan beroperasi hingga 2027. Fasilitas tersebut direncanakan dapat mengolah gas hingga 310 juta kaki kubik oer hari atau million cubic feet per day (MMCFD) dari Blok Senoro dan Toili.
 
Dari jumlah yang dikelola tersebut, sekitar 250 MMCFD akan didistribusikan kepada Donggi Senoro LNG, dan 55 MMCFD untuk pabrik pupuk yang dikelola PT Panca Amara Utama, serta memasok kebutuhan gas PLN, ujarnya.
 
Central processing plant Senoro dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina Medco Tomori Sulawesi. Pengapalan perdana gas yang dikelola oleh fasilitas tersebut juga rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lng

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top