Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hilirisasi Mineral Tak Perlu Diberi Tenggat Waktu

Tidak tercapainya hilirisasi mineral melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang ditargetkan berjalan paling lambat pada 2014 lalu membuat pemberian batas waktu untuk hilirisasi tersebut dipertanyakan.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 10 Juli 2015  |  01:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Tidak tercapainya hilirisasi mineral melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang ditargetkan berjalan paling lambat pada 2014 lalu membuat pemberian batas waktu untuk hilirisasi tersebut dipertanyakan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Ladjiman Damanik mengatakan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara yang juga mengatur masalah hilirisasi tersebut wajib untuk direvisi.

"Revisinya adalah harga mati untuk kami dan tidak bisa ditawar-tawar. Tetapi, soal hilirisasi jangan diberi batas waktu," katanya kepadaBisnis, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi masa pembangunansmeltersehingga sangat sulit diprediksi waktunya. Beberapa faktor tersebut antara lain pembebasan lahan, keterbatasan infrastruktur, maupun aspek perizinan di daerah seperti tata ruang.

"Nanti ada pertanyaan lagi apakah sudah ada perdanya atau belum, termasuk penggunaan teknologi yang setiapsmelterbisa saja berbeda," tuturnya.

Senada dengan Ladjiman Ketua Working Group Kebijakan Pertambangan Perhimpunan Ahli Pertambangan (Perhapi) Budi Santoso mengatakan hilirisasi memang sebaiknya tidak perlu diatur batas waktunya.

"Sekarangsmelteritu waktu selesainya beda-beda. Ada yang tiga tahun, lima tahun, atuh bisa sampai sepuluh tahun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mineral
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top