Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Bahaya Mengancam, Mesin Cetakan Diduga Ada di Jakarta

Alat pencetak beras sintetis atau plastik yang beredar di pasaran dan telah meresahkan masyarakat, diduga sudah ada di Jakarta.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  15:59 WIB
BERAS SINTETIS: Bahaya Mengancam, Mesin Cetakan Diduga Ada di Jakarta
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan sampel beras bercampur bahan sintetis usai memberikan keterangan pers hasil uji laboratorium beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium temuan beras sintetis di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur pada beberapa waktu lalu dengan hasil positif bercampur tiga bahan kandungan kimia benzyil butyl phtalate (BBP), diethyl hexyl phthalate (DEHP), dan dimethyl phthalateshalate (DMP) yang merupakan bahan pembuat PVC. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Alat pencetak beras sintetis atau plastik yang beredar di pasaran dan telah meresahkan masyarakat, diduga sudah ada di Jakarta.

"Master cetakannya sudah ada di Jakarta. Itu yang kami khawatirkan bila alat ini dibeli oleh oknum nakal, maka beras plastik dapat dengan mudah diproduksi di dalam negeri," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Serang, Akhmad Benbela, Senin (25/5).

Benbela menyatakan keberadaan master cetakan beras plastik di Jakarta sebagai tanda bahaya. Sebab, beras plastik dapat diproduksi massal dan akan bercampur dengan beras di pasar. Yang lebih mengerikan bila beras plastik tersebut dioplos dengan beras asli, sehingga tidak dapat terdeteksi masyarakat.

Meski demikian, ia memastikan sampai saat ini belum ada beras plastik yang ditemukan di Kota Serang. "Kami belum temukan. Laporan dari warga juga alhamdulillah belum ada," ujarnya.

Benbela mengungkapkan masyarakat dapat membedakan antara beras asli dengan beras plastik dengan sejumlah ciri yang dimiliki. Ciri-ciri beras plastik adalah bentuknya sama persis dan tidak ada yang patah karena masuk dalam cetakan yang sama. Secara fisik tampilan beras plastik juga lebih bening dari beras asli dan tidak ada warna putih di ujungnya.

Selain itu, beras plastik tidak menyerap air saat direbus dan malah membuat air semakin banyak.

"Dengan sosialisasi ini kami harapkan masyarakat dapat mengetahui ciri beras plastik. Untuk pedagang kami peringatkan agar tidak menjual beras plastik," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sigit Wardojo mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kepala Bagian Pengujian Laboratorium PT Sucofindo terkait beras plastik tersebut.

Menurut dia, bahan pencampur yang terdapat dalam beras plastik diketahui sebagai bahan baku produk pipa dan kabel.

Hasil uji laboratorium menyebutkan beras plastik positif mengandung polyvinyl chloride, plastiser plastik seperti benzyl butyl phthalate (BBT), Bis 2-ethylhexyl phthalate (DEHP), dan diisononyl phthalate (DNIP).

“Senyawa atau bahan tersebut diketahui merupakan bahan-bahan pembuatan paralon dan kabel. Melihat kegunaan bahan tersebut jelas, beras plastik sangat mengancam kesehatan manusia yang mengkonsumsinya".

Bahan-bahan kimia tersebut, katanya, bisa mengancam kesehatan organ-organ tubuh manusia seperti hati, lambung, dan organ lainnya.

“Jika dikonsumsi dalam waktu lama, bisa berujung kepada kematian,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top