Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Berkah bagi Pedagang Beras Lokal

Kabar beras oplosan berbahan baku sintetis ternyata membawa berkah bagi pedagang beras lokal di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, karena konsumen beralih ke beras lokal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  16:15 WIB
BERAS SINTETIS: Berkah bagi Pedagang Beras Lokal
Petugas melakukan pengujian sederhana pada sampel beras dengan teknik pemanasan, di salah satu grosir beras di Kota Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (22/5). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANGKALAN-- Kabar beras oplosan berbahan baku sintetis ternyata membawa berkah bagi pedagang beras lokal di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, karena konsumen beralih ke beras lokal.

"Katanya mereka khawatir, ada campuran beras sintetis jika membeli beras dari luar Bangkalan, makanya penjualan beras lokal lumayan meningkat," kata pedagang beras di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Aminah, Jumat (22/5/2015).

Akibatnya, kini harga beras lokal naik dari Rp9.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.

"Jadi ada kenaikan Rp2.000 per kilogramnya, tapi khusus beras lokal Bangkalan saja. Beras lainnya tetap." terang Aminah.

Tak hanya pedagang, pengusaha gilingan padi di Bangkalan juga mengaku sejak merebaknya kabar beras plastik itu, kini warga Bangkalan yang menggiling sendiri gabah semakin meningkat, seperti diakui pengusaha gilingan padi di Desa Keleyan, Mattawi.

"Katanya takut untuk membeli beras dari luar Bangkalan, karena jika dikonsumsi, beras itu konon bisa membuat seseorang bisa kena penyakit ginjal," kata Mattawi.

Dinas Peternakan dan Pertanian Pemkab Bangkalan merilis data, produksi beras lokal di wilayah itu mengalami surplus dan akan cukup memenuhi kebutuhan konsumsi beras warga Bangkalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top